Nioh 3 dibangun di atas satu ide inti: bertukar antara gaya Samurai dan Ninja. Menganggapnya sebagai gaya bermain terpisah adalah cara tercepat untuk kesulitan. Game ini mengharapkan pemain untuk menggunakan keduanya, seringkali dalam pertarungan yang sama.
Gaya Samurai lebih lambat tetapi memberikan pukulan lebih keras. Gaya Ninja lebih cepat, lebih mobile, dan lebih baik dalam menguras Ki musuh. Pertarungan mengalir paling baik ketika pemain menekan musuh dengan gaya Ninja, lalu beralih ke gaya Samurai untuk memberikan kerusakan besar selama celah.
Setelah siklus ini berjalan lancar, pertarungan menjadi lebih terkontrol dan jauh lebih tidak kacau.
Mengapa Kerusakan Ki Adalah Prioritas Utama Anda
Ki berfungsi sebagai stamina baik untuk pemain maupun musuh. Menghancurkan Ki musuh segera mengubah ritme pertarungan.
Ketika musuh manusia kehilangan semua Ki, mereka menjadi rentan terhadap serangan pegangan (grapple). Musuh Yokai lebih mudah terhuyung dan dapat dihabisi dengan Serangan Akhir (Final Blows) setelah Ki mereka benar-benar terkuras. Pertarungan bos sangat bergantung pada mekanik ini, karena bertukar pukulan tanpa menghancurkan Ki tidak aman.
Fokus pada kerusakan Ki menciptakan celah serangan yang dapat diandalkan dan mencegah musuh menginterupsi kombo. Memperhatikan bilah Ki sama pentingnya dengan melacak kesehatan musuh.

Gaya Samurai vs Gaya Ninja
Setiap gaya memiliki peran yang jelas, dan tidak ada yang bekerja paling baik sendirian.
Gaya Ninja
Serangan lebih cepat
Kerusakan Ki kuat
Membangun Arts Proficiency dengan cepat
Mobilitas dan penghindaran lebih baik
Gaya Samurai
Pukulan lebih lambat tetapi lebih kuat
Terbaik untuk kerusakan ledakan (burst damage)
Ideal setelah musuh terhuyung
Senjata seperti Tonfa yang terkunci pada gaya Ninja memperkuat desain ini. Gaya Ninja menghancurkan pertahanan. Gaya Samurai menyelesaikan pekerjaan.
Arts Proficiency dan Celah Kerusakan
Arts Proficiency adalah sistem peningkatan kerusakan utama di Nioh 3. Ini terisi saat pemain menyerang dalam gaya apa pun, tetapi gaya Ninja membangunnya lebih cepat karena kecepatannya.
Setelah bilah terisi penuh, Serangan Berat (Heavy Attack) atau Seni Bela Diri (Martial Art) berikutnya akan memberikan kerusakan yang meningkat. Bonus ini menjadi lebih kuat ketika pemain merangkai serangan yang berbeda alih-alih mengulang gerakan yang sama.
Menggunakan Arts Proficiency selama fase musuh terhuyung menghasilkan output kerusakan tertinggi dan secara signifikan memperpendek pertarungan, terutama selama pertemuan bos.
Tips
Jangan sia-siakan Arts Proficiency Anda yang ditingkatkan untuk satu serangan. Rangkai gerakan yang berbeda untuk memaksimalkan pengali kerusakan.

Alur Pertarungan Dasar
Pertarungan di Nioh 3 bekerja paling baik ketika pemain berpikir dalam fase daripada kombo tetap.
Pertarungan biasanya dimulai dengan gaya Ninja, di mana kecepatan adalah yang terpenting. Serangan cepat digunakan untuk mengikis Ki musuh, membangun Arts Proficiency, dan tetap mobile melalui penghindaran yang sering.
Ketika Ki musuh akhirnya hancur, saatnya beralih ke gaya Samurai. Ini menciptakan celah singkat di mana serangan yang lebih lambat dan lebih berat dapat mendarat dengan aman. Mencampur Serangan Berat dan Seni Bela Diri yang berbeda selama momen ini menghasilkan kerusakan yang jauh lebih kuat daripada mengulang satu gerakan.
Setelah celah serangan berakhir, menggunakan Ki Pulse dan kembali ke gaya Ninja membantu memulihkan stamina dan mendapatkan kembali kendali atas posisi. Dari sana, siklus secara alami dimulai lagi dan tetap dapat diandalkan sepanjang permainan.

Kesalahan Pertarungan Umum
Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan pemain adalah bertahan dalam satu gaya terlalu lama. Mengabaikan pergantian gaya membatasi kerusakan dan kemampuan bertahan hidup.
Masalah lain adalah menyia-nyiakan Arts Proficiency untuk satu serangan alih-alih merangkai beberapa gerakan. Penggunaan Ki Pulse yang tepat juga penting, karena manajemen Ki yang buruk menyebabkan kematian yang tidak perlu dalam konten yang lebih sulit.
Serangan acak tanpa rencana jarang berhasil melawan bos. Pertarungan menghargai pemahaman tentang siklus tekanan, kerusakan, dan pemulihan.
Sistem pertarungan Nioh 3 tetap fokus dengan membatasi mekanik sambil mendorong pengambilan keputusan yang cerdas. Pemain hanya perlu mengelola dua gaya, Ki musuh, dan satu bilah kerusakan utama, tetapi interaksi di antara mereka menciptakan kedalaman.
Setelah pemain berhenti memaksakan satu gaya dan mulai beralih secara alami, pertarungan menjadi lebih terkontrol dan dapat diprediksi. Menguasai ritme ini adalah kunci untuk bertahan dari pertarungan yang lebih sulit dan menikmati apa yang terbaik dari Nioh 3.
Jika Anda baru memulai, lihat Panduan Nioh 3: Tips & Trik Pemula kami untuk dasar-dasar penting. Untuk lebih banyak liputan tentang judul mendatang, jelajahi Video Game Paling Dinanti yang Rilis di Tahun 2026 kami.

