RPG Wuxia open-world dari NetEase, Where Winds Meet, telah diluncurkan secara global dengan momentum awal yang patut diperhitungkan, melampaui 2 juta pemain dalam 24 jam pertama. Pencapaian ini menyusul lebih dari 10 juta pra-registrasi dan mencerminkan antisipasi yang signifikan untuk judul ini di luar Tiongkok. Dikembangkan oleh Everstone Studio, game ini memperluas dorongan NetEase menuju proyek skala besar dan *high-fidelity* yang menggunakan model *free-to-play* tanpa sistem *pay-to-win*.
Pertumbuhan Pesat di PC dan Konsol
Setelah peluncuran PC di Tiongkok pada Desember 2024 dan rilis seluler pada Januari 2025, versi global dari Where Winds Meet berfokus pada platform PC dan konsol. Peluncuran ini menghasilkan lonjakan aktivitas pemain yang cepat, dengan game ini mencapai puncak sekitar 250.000 pengguna bersamaan di Steam tak lama setelah rilis. Kinerja ini menyoroti meningkatnya minat luar negeri pada latar sejarah dan mitologi Tiongkok, sebuah tren yang diperkuat oleh kesuksesan internasional judul-judul seperti Black Myth: Wukong.
Respons Pemain dan Umpan Balik Awal
Berlatar selama periode Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan, game ini menawarkan lebih dari 100 jam konten naratif dalam dunia terbuka yang luas. Respons pemain awal secara umum positif, terutama terhadap presentasi visual game dan penekanannya pada tema Wuxia tradisional.
Namun, beberapa kritik berfokus pada elemen yang terbawa dari desain seluler, termasuk kepadatan UI, menu yang kompleks, dan sistem kontrol yang terasa dioptimalkan untuk input layar sentuh. Pemain konsol telah mencatat bahwa tantangan antarmuka ini dapat memengaruhi pengalaman keseluruhan, menjadikan pembaruan di masa mendatang sebagai titik perhatian yang berkelanjutan.
Dampak Industri dan Arah Strategis NetEase
NetEase membingkai Where Winds Meet sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk membangun judul F2P lintas platform yang menghindari mekanisme monetisasi agresif. Jika game ini mempertahankan kinerja komersial yang kuat, game ini dapat menjadi contoh yang berarti tentang bagaimana rilis F2P skala besar dapat berhasil tanpa bergantung pada sistem gacha berat atau *pay-to-win*. CEO Niko Partners, Lisa Hanson, baru-baru ini berbicara dengan CGTN Europe tentang meningkatnya visibilitas global game ini, yang semakin menggarisbawahi minat industri pada hasil awalnya.
Seiring pasar global terus menerima game yang dikembangkan di Tiongkok dan latar yang berakar pada sejarah, Where Winds Meet tampaknya diposisikan untuk memainkan peran yang terlihat dalam bagaimana penerbit mendekati desain RPG lintas platform di tahun-tahun mendatang. Penerimaannya juga dapat memengaruhi bagaimana studio menggabungkan strategi monetisasi yang ramah pemain ke dalam rilis skala besar, termasuk yang mengeksplorasi kerangka kerja yang sedang berkembang seperti sistem game yang didukung web3.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa itu Where Winds Meet?
Where Winds Meet adalah RPG Wuxia open-world yang dikembangkan oleh Everstone Studio milik NetEase. Game ini menampilkan konten naratif yang berlatar selama periode Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan.
Apakah Where Winds Meet gratis dimainkan?
Ya, game ini menggunakan model *free-to-play* dan tidak menggabungkan sistem *pay-to-win* atau gacha berat.
Di platform mana Where Winds Meet tersedia?
Peluncuran global berfokus pada platform PC dan konsol. Game ini sudah tersedia di PC dan seluler di Tiongkok.
Berapa banyak pemain yang bergabung saat peluncuran?
Game ini melampaui 2 juta pemain dalam 24 jam pertama rilis globalnya dan mencapai sekitar 250.000 pengguna bersamaan di Steam.
Apa kritik utama dari pemain?
Beberapa pemain mencatat bahwa UI dan kontrol terasa sangat dipengaruhi oleh desain seluler, berkontribusi pada kompleksitas antarmuka, terutama pada konsol.
Mengapa Where Winds Meet signifikan bagi industri?
Kesuksesan awalnya dapat menjadi bukti bahwa RPG F2P *high-budget* dapat berkinerja baik secara global tanpa mengandalkan monetisasi *pay-to-win*, yang memengaruhi strategi pengembangan di masa depan.



