Ubisoft Addresses Assassin’s Creed: Shadows Controversy

Ubisoft Tanggapi Kontroversi Assassin’s Creed: Shadows

Ubisoft jelaskan respons terhadap kritik online Assassin’s Creed: Shadows, bagaimana masukan penggemar memengaruhi pengembangan game.

Eliza Crichton-Stuart

Eliza Crichton-Stuart

Diperbarui Jan 13, 2026

Ubisoft Addresses Assassin’s Creed: Shadows Controversy

Seperti yang dilaporkan oleh Game File, di Paris Games Week, CEO Ubisoft Yves Guillemot mempresentasikan sebuah video internal yang membahas kontroversi yang muncul setelah perilisan trailer perdana Assassin’s Creed: Shadows pada pertengahan 2024. Sesi tersebut memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan menangani kritik dari komunitas online, tokoh publik, dan sebagian audiens gaming.

Ubisoft Membedah Kontroversi Assassin’s Creed: Shadows

Kontroversi tersebut berpusat pada penggambaran seorang pria kulit hitam sebagai co-protagonis samurai, yang menarik perhatian dari kritikus ternama, termasuk Elon Musk. Menurut Guillemot, Ubisoft awalnya terkejut dengan intensitas respons tersebut. Perusahaan merespons dengan menunda perilisan game, menyempurnakan presentasinya, dan berfokus pada penguatan koneksi dengan basis penggemar yang sudah ada.

Video yang ditayangkan selama acara, berdurasi lebih dari tiga menit, menekankan perlunya beralih dari merespons langsung para kritikus. “Kami harus berhenti fokus pada mereka yang membenci kami. Kami harus mulai membangkitkan semangat sekutu kami,” jelas narator. Guillemot menggemakan sentimen ini selama pidatonya, menekankan bahwa tujuannya adalah untuk menyoroti game itu sendiri daripada menyajikan pernyataan ideologis. Dia menyatakan, “Ini adalah pertempuran dengan para penggemar kami, untuk menunjukkan bahwa kami, pada kenyataannya, lebih merupakan video game daripada sebuah pesan.”

Pandangan Langka ke dalam Strategi Internal Ubisoft

Presentasi Guillemot tidak terduga dalam fokusnya. Sementara deskripsi acara resmi menyarankan diskusi tentang inovasi teknologi, dunia game live, NPC yang digerakkan oleh AI, dan potensi VR, sesi tersebut dibuka dengan kontroversi Shadows. Pendekatan ini memberikan pandangan yang tidak biasa kepada para hadirin tentang bagaimana salah satu perusahaan game terbesar di dunia menavigasi kritik publik dan pengambilan keputusan internal.

Video tersebut diproduksi terutama dalam bahasa Inggris, yang Ubisoft tunjukkan dapat memungkinkannya beredar secara internal di seluruh tenaga kerja globalnya. Saat ini, tidak ada rencana untuk merilis video tersebut secara publik. Konten tersebut memberikan gambaran sekilas tentang strategi Ubisoft dalam mengelola persepsi publik sambil mempertahankan keterlibatan penggemar untuk salah satu franchise andalannya.

Fokus Ubisoft pada Penggemar daripada Kritikus

Respons terhadap Assassin’s Creed: Shadows mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam cara Ubisoft mengelola kontroversi. Dengan menunda perilisan game dan berfokus pada dukungan penggemar, perusahaan berusaha untuk memastikan bahwa kritik tidak menutupi konten game atau penerimaannya oleh pemain setia. Guillemot menekankan bahwa prioritas perusahaan adalah menyajikan game sebagai pengalaman hiburan yang lengkap daripada pernyataan tentang isu sosial atau budaya.

Menatap ke Depan: Ubisoft dan Teknologi yang Berkembang

Selain diskusi tentang Shadows, Guillemot juga membahas perkembangan teknologi mendatang untuk judul-judul Ubisoft. Topik-topik tersebut mencakup perilaku NPC yang digerakkan oleh AI, dunia game live yang imersif, dan potensi pengalaman VR, terutama jika persyaratan headset dapat dikurangi. Meskipun diskusi ini sudah familiar dari presentasi Ubisoft sebelumnya, diskusi tersebut membingkai situasi Shadows dalam konteks yang lebih luas dari arah strategis perusahaan.

Sumber: Game File

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) 

T: Mengapa Assassin’s Creed: Shadows menghadapi kontroversi?
A: Game ini menghadapi kritik setelah trailer perdananya menampilkan seorang pria kulit hitam sebagai co-protagonis samurai, yang menimbulkan kontroversi di media sosial dan komentar dari tokoh-tokoh ternama.

T: Bagaimana Ubisoft menanggapi kontroversi tersebut?
A: Ubisoft menunda perilisan game, menyempurnakan kontennya, dan berfokus pada keterlibatan basis penggemarnya, menekankan kualitas game daripada merespons langsung para kritikus.

T: Apakah video internal tersebut ditayangkan secara publik?
A: Tidak. Video berdurasi 184 detik tersebut sebagian besar ditayangkan di Paris Games Week dan mungkin diedarkan secara internal, tetapi Ubisoft saat ini tidak memiliki rencana untuk mempublikasikannya.

T: Apa pesan utama dari video internal Ubisoft?
A: Video tersebut menekankan bahwa Ubisoft perlu mengalihkan fokus dari para penentang ke penggemar yang dapat mendukung game, menyoroti bahwa prioritasnya adalah menyajikan Shadows sebagai video game daripada pernyataan ideologis.

T: Apakah Guillemot membahas topik lain selama sesi tersebut?
A: Ya, Guillemot juga membahas perkembangan teknologi seperti NPC yang digerakkan oleh AI, dunia game live yang imersif, dan potensi VR. Diskusi-diskusi ini mengikuti segmen tentang kontroversi Shadows.

Pembaruan Game

diperbarui

January 13th 2026

diposting

January 13th 2026