Survei terbaru yang dilakukan oleh Aream & Co., sebuah bank investasi terkemuka yang berspesialisasi dalam sektor gaming, memberikan wawasan mengenai ekspektasi para eksekutif perusahaan gaming untuk tahun 2025. Survei yang melibatkan 50 pemimpin industri pada bulan Desember 2024 ini, mengungkapkan pandangan yang umumnya optimis untuk tahun mendatang, meskipun ada tantangan yang masih ada di pasar.

Tren Industri Gaming 2025: Wawasan dari Aream & Co
Pertumbuhan Pasar
Survei menunjukkan sentimen positif mengenai pengeluaran konsumen untuk game pada tahun 2025. Hampir setengah (49%) responden percaya bahwa pengeluaran akan meningkat, sementara 49% lainnya memperkirakan tingkat pengeluaran akan tetap konsisten. Hanya 2% responden yang menyatakan kekhawatiran tentang potensi penurunan pengeluaran konsumen.
Di antara platform gaming, segmen mobile memiliki prospek pertumbuhan yang paling menjanjikan, dengan 41% eksekutif mengantisipasi peningkatan pembelian dalam aplikasi (IAP) dan 31% memprediksi pertumbuhan pendapatan iklan. Segmen PC menyusul, dengan 33% memperkirakan pertumbuhan, sementara pasar konsol terlihat relatif statis, dengan 70% memprediksi tidak ada pertumbuhan dan 15% memperkirakan peningkatan atau penurunan. Khususnya, segmen platform PC memiliki pandangan paling tidak negatif di antara ketiganya.

Prospek Pasar
Tantangan dalam Industri Gaming
Meskipun sentimen pasar positif, survei menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi perusahaan gaming. Masalah yang paling sering disebutkan meliputi:
- Oversaturasi konten (33%)
- Kesulitan dalam akuisisi audiens (31%)
- Ketidakpastian ekonomi makro dan permintaan konsumen (17%)
- Meningkatnya biaya pengembangan (12%)
Persentase responden yang lebih kecil menunjukkan perubahan regulasi (5%) dan kurangnya inovasi (2%) sebagai hambatan.

Tantangan dan Kekhawatiran untuk 2025
Penganggaran, Pemasaran, dan Perekrutan
Mayoritas eksekutif (54%) berencana untuk mengembangkan lebih banyak game pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024, sementara 35% berniat untuk mempertahankan tingkat produksi mereka saat ini. Hanya 12% yang berencana untuk mengurangi pengembangan game.
Dalam hal penganggaran, 37% perusahaan berencana untuk meningkatkan pengeluaran mereka untuk proyek baru, sementara 49% akan mempertahankan anggaran mereka saat ini. Investasi pemasaran juga menjadi fokus utama, dengan 48% berencana untuk meningkatkan pengeluaran pemasaran, 41% mempertahankan tingkat saat ini, dan 12% memilih untuk melakukan pengurangan.
Tren perekrutan untuk tahun 2025 mencerminkan fokus pada keahlian teknis dan operasional. Pengembang game (71%) dan insinyur (42%) adalah peran yang paling dicari, diikuti oleh spesialis dalam Live Ops dan manajemen komunitas (32%), serta pemasaran dan akuisisi pengguna (24%).

Tren Perekrutan untuk 2025
Integrasi AI dalam Pengembangan Game
Teknologi AI secara bertahap mendapatkan daya tarik di industri gaming. Di antara responden, 21% melaporkan penggunaan AI di berbagai tim, sementara 63% menggunakannya secara sporadis. Sisa 16% berada dalam fase pengujian atau belum mengadopsi AI. Aplikasi utama AI dalam gaming meliputi:
- Membuat seni dan dokumen desain game (35%)
- Menulis kode (21%)
- Meningkatkan upaya pemasaran (19%)
- Mendukung analitik (14%)
- Menyederhanakan proses QA (9%)
- Meningkatkan dukungan pengguna (2%)

Tren Adopsi AI
Peluang Investasi
Industri gaming siap untuk pasar merger dan akuisisi (M&A) yang aktif pada tahun 2025. Sebanyak 71% eksekutif mengantisipasi peningkatan peluang M&A, sementara 29% sisanya percaya pasar akan tetap sama. Tidak ada responden yang memperkirakan peluang yang lebih sedikit.
Aream & Co. telah memainkan peran penting dalam membentuk lanskap keuangan industri gaming, memberikan saran mengenai kesepakatan-kesepakatan besar seperti penjualan Superplay senilai $2 miliar, penjualan Easybrain senilai $1,2 miliar, dan penjualan Plarium senilai $620 juta. Pencapaian-pencapaian ini menggarisbawahi reputasi perusahaan sebagai bank investasi terkemuka untuk sektor gaming.

Peluang Investasi
Pemikiran Akhir
Survei Aream & Co. melukiskan gambaran yang menjanjikan untuk industri gaming pada tahun 2025, didorong oleh optimisme seputar pengeluaran konsumen, peluang pertumbuhan dalam gaming mobile dan PC, serta adopsi berkelanjutan teknologi AI. Namun, para pemimpin industri tetap menyadari tantangan seperti oversaturasi konten dan meningkatnya biaya pengembangan. Dengan peningkatan fokus pada pengembangan, pemasaran, dan peluang M&A, tahun mendatang memiliki potensi signifikan untuk inovasi dan ekspansi di dunia gaming.
Sumber: Aream & Co.



