Live streaming telah menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan perilisan video game baru. Streamer berfungsi sebagai perantara yang berpengaruh, menawarkan gambaran kepada pemain tentang kualitas, kedalaman, dan nilai hiburan sebuah game. Akibatnya, game yang menarik perhatian penonton streaming sering kali mendapatkan peningkatan visibilitas dan penjualan. Dengan menganalisis kinerja peluncuran game teratas di platform live-streaming pada tahun 2023 dan 2024, publisher dapat memprediksi tren yang kemungkinan akan membentuk industri pada tahun 2025.

Peluncuran Game yang Sukses di iLive Streaming
Keberhasilan Peluncuran Game vs. Jam Tonton
Salah satu cara paling efektif untuk mengukur keberhasilan sebuah game di live streaming adalah dengan melihat total jam tonton selama 30 hari pertama setelah rilis. Metrik ini melampaui hype hari peluncuran awal, mengungkapkan game mana yang mempertahankan minat penonton melalui konten yang menarik. Dalam kategori ini, Diablo IV muncul sebagai pemimpin, mengumpulkan 168 juta jam tonton dalam bulan pertama. Kinerjanya didukung oleh basis penggemar game yang sudah mapan dan kampanye pemasaran yang kuat yang mencakup upaya promosi inovatif.
Sekuel adalah tema yang berulang di antara game yang paling banyak ditonton, dengan judul-judul seperti Call of Duty: Black Ops 6, EA Sports FC 25, dan ekspansi World of Warcraft The War Within menunjukkan kinerja yang baik. Tren ini menyoroti daya tarik kuat dari franchise yang sudah mapan bagi audiens live streaming. Judul-judul yang lebih baru seperti Palworld dan Black Myth: Wukong, yang dibandingkan dengan properti intelektual yang sudah ada seperti Pokémon dan Elden Ring, juga mencapai kesuksesan yang cukup besar, menunjukkan bahwa keakraban sering kali memainkan peran kunci dalam menarik minat penonton.

Peluncuran ARPG dan Sekuel
Lintasan Pertumbuhan Judul yang Lebih Kecil
Untuk game yang lebih kecil dan judul indie, visibilitas awal seringkali terbatas, membuat pertumbuhan berkelanjutan setelah peluncuran menjadi faktor penting untuk kesuksesan. Game-game ini biasanya mengandalkan pengguna awal dan antusiasme streamer untuk mendapatkan momentum. Game seperti Only Up! mencontohkan tren ini, mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah penonton dengan memberikan pengalaman yang sederhana namun menantang yang menarik bagi streamer dan audiens mereka.
Game kolaboratif, seperti Lethal Company dan Pico Park 2, juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan memanfaatkan gameplay co-op, yang mendorong streamer untuk berinteraksi satu sama lain dan berbagi audiens. Demikian pula, judul-judul dengan mekanisme unik atau nilai kejutan, seperti game horor psikologis MiSide, mendapatkan daya tarik karena streamer mencari konten inovatif untuk ditampilkan.

Peluncuran Game Indie dan Co-Op
Pentingnya Jumlah Penonton Puncak
Jumlah penonton puncak adalah metrik penting lainnya, terutama bagi pengiklan yang ingin memaksimalkan dampak kampanye mereka. Game dengan jumlah penonton puncak yang tinggi seringkali menarik perhatian signifikan selama periode paling aktif. Pada tahun 2023 dan 2024, Path of Exile 2 menonjol dengan jumlah penonton puncak tertinggi yaitu 1,4 juta, mencerminkan daya tarik gameplay cepatnya dan kompleksitas yang mendorong pemain untuk mencari panduan ahli dari streamer.
Game shooter, termasuk Call of Duty: Black Ops 6, juga menunjukkan kinerja yang baik, menarik audiens besar dengan konten berorientasi aksi dan skill ceiling yang tinggi. Sementara itu, judul survival seperti Sons of the Forest dan The Day Before berhasil menggabungkan gameplay menegangkan dengan elemen horor, menciptakan rasa ketegangan yang memikat penonton.

Peluncuran Game Shooter dan Horor
Jam Tayang dan Keterlibatan Streamer
Jam tayang memberikan wawasan tentang komitmen streamer terhadap game tertentu, yang seringkali berarti keterlibatan penonton yang berkelanjutan. Game yang didasarkan pada properti intelektual (IP) terkenal, seperti Diablo IV dan Hogwarts Legacy, mendominasi kategori ini, mendapatkan manfaat dari basis penggemar yang sudah mapan dan dunia yang imersif. RPG, termasuk The Legend of Zelda: Tears of the Kingdom, juga menonjol, karena streamer tertarik pada narasi yang luas dan kampanye yang panjang.
Memprediksi Tren Game Streaming untuk Tahun 2025
Berdasarkan tren terkini, beberapa faktor kemungkinan akan memengaruhi keberhasilan live streaming pada tahun 2025. Franchise yang sudah mapan akan terus menarik perhatian, seperti yang terlihat pada Diablo IV dan Call of Duty: Black Ops 6. Spin-off, seperti Pokémon Legends: Z-A, juga dapat menunjukkan kinerja yang baik, memanfaatkan keakraban franchise induknya sambil menawarkan sesuatu yang baru.
Genre populer seperti game role-playing aksi, judul horor, shooter, dan pengalaman co-op diharapkan mempertahankan daya tariknya. Rilis mendatang seperti The Blood of Dawnwalker, sebuah RPG dengan elemen horor, sudah menimbulkan antisipasi. Game indie, yang secara konsisten menemukan kesuksesan dengan menawarkan tantangan unik atau gameplay kolaboratif, juga kemungkinan akan tetap relevan. Namun, pengembang harus memposisikan game ini dengan hati-hati agar menonjol di pasar yang semakin ramai.



