Sonzai Labs, sebuah perusahaan pengembangan game yang didirikan pada tahun 2024, telah resmi meluncurkan proyek pertamanya, TeleMafia, sebuah game mafia sosial yang dirancang untuk Telegram. Game ini mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI), gaming, dan teknologi web3 untuk menawarkan pendekatan baru pada hiburan interaktif di dalam platform perpesanan yang banyak digunakan. Dengan berfokus pada pengalaman sosial yang mudah diakses dan menarik, perusahaan ini bertujuan untuk menyederhanakan kompleksitas yang sering dikaitkan dengan game web3.

Sonzai Labs Key Art and Logo
Tentang Sonzai Labs
Tim pendiri Sonzai Labs terdiri dari para profesional berpengalaman dengan latar belakang di bidang gaming, kecerdasan buatan, dan rekayasa. Di antara kontributor utamanya adalah Ryan Foo, mantan desainer game di Limit Break, dan Ian Leck, yang sebelumnya menjabat sebagai pimpinan rekayasa di Tiltyard. Nasrudin Salim, mantan kepala Machine Learning Operationalization di DBS, juga merupakan bagian dari tim, bersama dengan mantan wakil presiden rekayasa di Almanak dan arsitek AI utama dari OCBC. Keahlian gabungan mereka memposisikan perusahaan untuk memberikan dampak signifikan pada persimpangan AI dan gaming yang terus berkembang.
Selain timnya yang berpengalaman, Sonzai Labs telah mendapatkan dukungan dari investor terkemuka di industri crypto dan gaming. Para pendukung perusahaan termasuk Gabe Leydon, pendiri Limit Break, Gabby Dizon dari Yield Guild Games, Jeff Zirlin dan Aleksander Larsen dari Sky Mavis (Ronin), dan Piers Kicks dari Delphi Digital. Kombinasi kepemimpinan yang berpengalaman dan dukungan finansial yang kuat ini mencerminkan ambisi perusahaan untuk berinovasi dalam ruang game sosial.

Apa itu TeleMafia?
TeleMafia, produk pertama perusahaan, adalah game sosial yang berlatar di dunia bawah digital di mana pemain menavigasi dinamika persaingan dan aliansi keluarga. Ekonomi game dibangun di sekitar mata uang dalam game yang dikenal sebagai Respect, yang berfungsi sebagai mekanik utama untuk interaksi gameplay. Inti dari pengalaman ini adalah penggunaan Souls Protocol, sebuah sistem kepemilikan yang dikembangkan oleh Sonzai Labs untuk memungkinkan pembuatan agen AI yang dapat memodifikasi diri sendiri. Agen pertama dari agen-agen ini, Valentina, memainkan peran penting dalam game. Berbeda dengan karakter non-pemain (NPC) tradisional, Valentina dirancang untuk beradaptasi dan berkembang seiring waktu, mencerminkan visi perusahaan untuk integrasi AI yang dinamis dan imersif.
Dengan membangun game ini secara khusus untuk Telegram, Sonzai Labs bertujuan untuk membuat TeleMafia dapat diakses oleh audiens yang luas. Penggunaan platform perpesanan yang diadopsi secara luas memungkinkan integrasi yang mulus ke dalam interaksi sehari-hari pengguna, menciptakan pengalaman game sosial yang memprioritaskan keterlibatan dan aksesibilitas. Fokus pada pemanfaatan platform yang sudah ada ini membedakan TeleMafia dari game lain di pasar dan sejalan dengan misi perusahaan untuk membuat game web3 lebih ramah pengguna.

New AI-Based Telegram Game TeleMafia
Kesimpulan
Dengan pendekatan inovatifnya dalam menggabungkan elemen AI, gaming, dan web3, Sonzai Labs diposisikan untuk memberikan kontribusi yang patut diperhatikan pada bidang game sosial yang didorong oleh AI yang sedang berkembang. TeleMafia mewakili langkah awal dalam mewujudkan visi ini, menawarkan pemain cara baru untuk berinteraksi satu sama lain di lingkungan digital. Detail tambahan dapat ditemukan di situs web resmi dan whitepaper bagi mereka yang tertarik untuk menjelajahi game lebih lanjut.




