Gamers Prefer Single-Player Games

Survei: Mayoritas Gamer Lebih Suka Single-Player

Survei Ampere Analysis menunjukkan 56% pemain memilih Gamers Prefer Single-Player Games, dengan pertumbuhan di semua kelompok usia dan wilayah, mengungguli tren multiplayer.

Eliza Crichton-Stuart

Eliza Crichton-Stuart

Diperbarui Jan 13, 2026

Gamers Prefer Single-Player Games

Ampere Analysis telah menerbitkan penelitian baru yang menunjukkan bahwa game single-player terus memegang posisi sentral di pasar game global. Berdasarkan survei terhadap 34.000 pemain di 22 negara yang dilakukan pada Q2 2025, studi ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh pemain masih lebih menyukai pengalaman solo daripada multiplayer, meskipun game live-service dan sosial tetap menonjol di berbagai platform. Tidak disebutkan apakah judul game mobile termasuk dalam survei ini.

Single-Player Tetap Menjadi Pilihan Mayoritas

Menurut data, 56% responden mengatakan mereka lebih menyukai game single-player. Angka ini menandai peningkatan empat poin persentase selama empat tahun terakhir, menunjukkan pergeseran bertahap namun konsisten menuju gameplay yang berfokus pada solo. Meskipun game multiplayer terus mendominasi metrik engagement dan visibilitas streaming, data preferensi menunjukkan bahwa banyak pemain masih menghargai pengalaman yang dapat dimainkan secara independen dan dengan kecepatan mereka sendiri.

Tren ini sejalan dengan kesuksesan berkelanjutan dari rilis single-player yang berfokus pada narasi dan mekanik, terutama di pasar konsol dan PC. Hasilnya menunjukkan bahwa judul-judul ini tidak hanya mempertahankan relevansi tetapi juga memperluas daya tariknya seiring waktu.

Daya Tarik yang Konsisten di Seluruh Demografi

Preferensi untuk game single-player tampak relatif stabil di seluruh gender. Survei menemukan bahwa 55% pria dan 58% wanita lebih menyukai pengalaman single-player, menunjukkan hanya sedikit variasi antar kelompok. Ini menunjukkan bahwa gameplay solo terus beresonansi secara luas daripada melayani segmen audiens yang sempit.

Perbedaan berdasarkan usia lebih terlihat. Di antara pemain berusia 16 hingga 24 tahun, 49% melaporkan preferensi untuk game single-player. Angka itu naik menjadi 56% pada kelompok usia 25 hingga 34 tahun, menunjukkan minat yang lebih kuat di kalangan pemain yang sedikit lebih tua. Ini mungkin mencerminkan perbedaan dalam waktu luang yang tersedia, kebiasaan bermain game, atau keterlibatan jangka panjang dengan format game tradisional.

Perbedaan Regional Menyoroti Variasi Pasar

Preferensi pemain juga bervariasi berdasarkan wilayah. Di Amerika Serikat, 65% pemain yang disurvei mengatakan mereka lebih menyukai game single-player, menjadikannya salah satu pasar terkuat untuk judul yang berfokus pada solo. Sebaliknya, Tiongkok menunjukkan tingkat preferensi yang lebih rendah yaitu 47%, menunjukkan pembagian yang lebih seimbang antara pengalaman single-player dan multiplayer.

Pasar Eropa berada lebih dekat dengan rata-rata global. Di Belanda, 50% pemain lebih menyukai game single-player, sementara Swedia melaporkan angka serupa yaitu 49%. Hasil ini menyoroti bagaimana faktor budaya, dominasi platform, dan tren pasar lokal dapat membentuk ekspektasi dan kebiasaan pemain.

Faktor Sosial dan Kreatif Masih Mempengaruhi Pembelian

Meskipun preferensi yang kuat untuk game single-player, pengaruh sosial tetap menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan pemain. Survei menemukan bahwa 24% responden lebih mungkin untuk membeli atau mengunduh game jika teman-teman mereka sudah memainkannya. Ini menggarisbawahi pentingnya visibilitas komunitas yang berkelanjutan, bahkan untuk game yang mungkin tidak berfokus pada multiplayer.

Elemen kreatif juga berperan. Seperempat responden mengatakan gaya visual game memengaruhi keputusan pembelian mereka, sementara sekitar sepertiga menyebut soundtrack sebagai faktor penting. Temuan ini memperkuat gagasan bahwa presentasi dan desain audio tetap menjadi komponen kunci dalam menarik pemain, terlepas dari apakah game tersebut menekankan permainan solo atau bersama.

Fondasi yang Stabil di Pasar yang Berubah

Laporan Ampere Analysis menunjukkan bahwa game single-player terus memberikan fondasi yang stabil bagi industri. Meskipun multiplayer, live-service, dan eksperimen web3 yang baru muncul menarik perhatian dan investasi, sebagian besar pemain masih memprioritaskan pengalaman yang mandiri. Saat pengembang dan penerbit merencanakan rilis di masa mendatang, data menunjukkan permintaan yang berkelanjutan untuk game yang berfokus pada keterlibatan individu daripada konektivitas konstan.

Sumber: Ampere Analysis

Pastikan untuk melihat artikel kami tentang game teratas yang akan dimainkan pada tahun 2026:

Game Paling Dinanti Tahun 2026

Game Nintendo Switch Terbaik untuk Tahun 2026

Game First-Person Shooter Terbaik untuk Tahun 2026

Game Indie PlayStation Terbaik untuk Tahun 2026

Game Multiplayer Terbaik untuk Tahun 2026

Game Paling Dinanti Tahun 2026

Rilis Game Teratas untuk Januari 2026

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah sebagian besar pemain masih lebih menyukai game single-player?
Ya. Menurut Ampere Analysis, 56% pemain yang disurvei mengatakan mereka lebih menyukai game single-player daripada multiplayer.

Berapa banyak pemain yang disurvei dalam laporan Ampere Analysis?
Survei ini melibatkan 34.000 pemain di 22 negara dan dilakukan pada Q2 2025.

Apakah usia memengaruhi preferensi untuk game single-player?
Ya. Pemain berusia 25 hingga 34 tahun menunjukkan preferensi yang lebih tinggi untuk game single-player sebesar 56%, dibandingkan dengan 49% di antara pemain berusia 16 hingga 24 tahun.

Apakah ada perbedaan regional dalam preferensi game single-player?
Ya. Amerika Serikat melaporkan preferensi 65% untuk game single-player, sementara Tiongkok melaporkan 47%. Negara-negara Eropa seperti Belanda dan Swedia lebih dekat dengan rata-rata global.

Faktor lain apa yang memengaruhi pembelian game?
Pengaruh sosial, gaya visual, dan soundtrack semuanya memengaruhi keputusan pembelian. Sekitar 24% pemain mempertimbangkan apakah teman-teman mereka memainkan game, sementara desain visual dan musik juga memainkan peran penting.

Edukasi, Laporan

diperbarui

Januari 13. 2026

diposting

Januari 13. 2026