Strange Antiquities, dikembangkan oleh Bad Viking dan diterbitkan oleh Iceberg Interactive, telah mencapai lebih dari 100.000 unit terjual di Steam dan Nintendo Switch, menghasilkan pendapatan sekitar $1,6 juta di Steam saja. Sekuel spiritual seharga $18 ini melanjutkan gaya puzzle okultisme yang nyaman yang ditetapkan oleh Strange Horticulture, kini dengan fokus pada menjalankan toko yang menjual barang antik okultisme. Kinerjanya di awal menyoroti bagaimana sekuel indie dapat menemukan kesuksesan dengan membangun audiens dan mekanika dari judul orisinal yang diterima dengan baik.
Daya Tarik Abadi Strange Horticulture
Fondasi kesuksesan Strange Antiquities terletak pada kinerja jangka panjang Strange Horticulture. Dirilis pada tahun 2022, game ini terjual sekitar 60.000 unit dalam dua bulan pertama dan menghasilkan pendapatan $750.000, meskipun diluncurkan hanya dengan 20.000 wishlist.
Data ulasan Steam menunjukkan bahwa keterlibatan pemain tetap stabil dari waktu ke waktu, dengan penjualan seumur hidup akhirnya melebihi sepuluh kali unit yang terjual di bulan kedua dan sekitar tujuh kali pendapatan di bulan kedua. Di semua platform, Strange Horticulture kini telah terjual lebih dari satu juta unit, dengan mayoritas penjualan berasal dari Switch, diikuti oleh Steam. Kinerja yang konsisten ini membangun audiens yang sudah ada untuk sekuel waralaba ini.
Tema dan Mekanika yang Membedakan Seri Ini
Salah satu faktor kunci di balik daya tarik waralaba ini adalah fokusnya pada dark academia dan tema okultisme, yang relatif jarang dalam game. Judul-judul seperti Cult of the Lamb, Potion Craft, dan Dredge menunjukkan tumpang tindih dengan audiens Strange Antiquities, mencerminkan minat yang lebih luas pada gameplay yang terinspirasi okultisme.
Alur utama game ini melibatkan penggunaan informasi dari buku dan sumber lain untuk mengidentifikasi item dan menyelesaikan permintaan pelanggan, sebuah mekanika yang menggabungkan investigasi dengan pemecahan teka-teki dalam lingkungan eksplorasi bertekanan rendah. Gaya ini membedakannya dari game puzzle tradisional dan menyelaraskannya dengan pengalaman detektif niche atau naratif.
Seri ini juga menjangkau audiens yang beragam. Keterlibatan komunitas di platform seperti YouTube dan TikTok menunjukkan keberadaan yang signifikan dari kreator konten wanita yang secara aktif mempromosikan game, berkontribusi pada visibilitas organik. Menurut Erik dari Iceberg Interactive, daya tarik game berasal dari atmosfer yang tidak biasa namun membumi yang memadukan elemen dunia lain yang halus dengan penemuan yang nyaman, sebuah kualitas yang diperluas oleh sekuelnya sambil tetap setia pada pengalaman orisinal.
Faktor Pendorong Kesuksesan Strange Antiquities
Strange Antiquities mendapat manfaat dari kombinasi audiens yang sudah mapan, pemasaran yang konsisten, dan produk yang dipoles. Sekitar 68% pemain Steam yang membeli sekuel ini juga telah memainkan Strange Horticulture, menyediakan basis penggemar yang sudah ada. Iceberg Interactive juga mempertahankan strategi jangkauan influencer dan promosi video pendek, bersama dengan bundel waralaba Steam yang membantu meningkatkan visibilitas pasca-peluncuran.
Kualitas game tercermin dalam keterlibatan dan umpan balik pemain. Game ini memiliki peringkat positif 96% di Steam, tingkat pengembalian dana yang rendah sebesar 1,9%, dan waktu bermain median tujuh jam 22 menit—50% lebih tinggi dari pendahulunya. Secara geografis, basis pemain Steam terkonsentrasi di Amerika Serikat (42%), dengan persentase yang lebih kecil di Inggris Raya, Jerman, Prancis, Kanada, Tiongkok, dan Australia.
Distribusi Platform dan Dampak Komunitas
Sementara Strange Horticulture terjual lebih merata di PC dan Switch, Strange Antiquities sangat condong ke PC, dengan 83% penjualan berasal dari Steam. Erik dari Iceberg mengaitkan ini dengan keterlibatan komunitas yang lebih tinggi di PC, yang membantu mempertahankan minat dari penggemar game orisinal. Faktor lain mungkin termasuk masalah penemuan di Switch eShop dan sifat kompetitif katalognya, yang dapat membuatnya lebih sulit bagi game indie untuk menonjol.
Kesimpulan
Strange Antiquities menunjukkan bagaimana sebuah sekuel dapat berhasil dengan membangun kekuatan pendahulunya. Dengan mempertahankan mekanika inti, memperluas kedalaman tematik, dan memanfaatkan komunitas yang terlibat, game ini telah mencapai penjualan awal yang kuat dan memperkuat nilai pengembangan audiens yang cermat di pasar game indie. Waralaba ini terus menunjukkan bahwa keterlibatan jangka panjang yang stabil dapat menciptakan fondasi yang sukses untuk judul-judul lanjutan.
Sumber: GameDiscoverCo
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Di platform apa Strange Antiquities tersedia?
Strange Antiquities tersedia di Steam untuk PC dan di Nintendo Switch.
Berapa harga Strange Antiquities?
Game ini dibanderol seharga $18.
Bagaimana Strange Antiquities berbeda dari Strange Horticulture?
Meskipun kedua game berbagi mekanika puzzle okultisme yang nyaman, Strange Antiquities berfokus pada menjalankan toko barang antik okultisme dan memperluas tema atmosferik yang diperkenalkan di Strange Horticulture.
Seberapa sukses Strange Horticulture?
Strange Horticulture telah terjual lebih dari satu juta unit di semua platform, terutama di Nintendo Switch, dengan penjualan jangka panjang yang stabil sejak dirilis pada tahun 2022.
Apa yang membuat seri ini menarik bagi para pemain?
Seri ini menggabungkan tema dark academia dan okultisme dengan gameplay puzzle investigatif. Ritmenya yang santai, kedalaman naratif, dan desain atmosferik menarik audiens yang beragam.
Apakah Strange Antiquities memerlukan permainan game aslinya?
Tidak, meskipun keakraban dengan Strange Horticulture dapat meningkatkan apresiasi, Strange Antiquities dirancang agar dapat diakses oleh pemain baru.
Mengapa Strange Antiquities berkinerja lebih baik di PC daripada Switch?
Versi PC mendapat manfaat dari keterlibatan komunitas yang lebih tinggi di Steam, sementara penemuan dan persaingan di Switch eShop dapat membatasi paparan untuk judul indie berharga lebih rendah.
Apakah ada pengikut komunitas yang kuat untuk game-game ini?
Ya, kedua judul memiliki komunitas aktif, terutama di Steam, YouTube, dan TikTok, di mana pemain dan kreator berbagi konten dan secara organik mempromosikan game.




