Industri gaming di Jepang dan Korea Selatan, yang secara kolektif disebut oleh Niko Partners sebagai pasar Asia Timur, sedang mengalami periode kontraksi. Menurut penelitian terbaru perusahaan tersebut, tahun 2025 akan menandai tahun kedua penurunan berturut-turut. Meskipun ada tren penurunan ini, proyeksi jangka panjang menunjukkan pemulihan bertahap dan pertumbuhan moderat menjelang akhir dekade.
Kinerja dan Prospek Pasar
Pada tahun 2024, Jepang dan Korea Selatan secara gabungan menghasilkan total pendapatan gaming sebesar 29,1 miliar dolar, yang mewakili penurunan 3,1 persen dari tahun ke tahun. Penurunan ini diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2025, dengan pasar diproyeksikan menyusut menjadi 28,5 miliar dolar, penurunan lebih lanjut sebesar 2,3 persen. Niko Partners mengaitkan penurunan ini dengan faktor eksternal seperti fluktuasi nilai tukar mata uang lokal terhadap dolar, serta pendinginan industri game global secara lebih luas.
Meskipun prospek jangka pendek tetap negatif, Niko Partners memperkirakan bahwa pasar akan mencapai 30,3 miliar dolar pada tahun 2029. Proyeksi ini didukung oleh perkiraan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 0,8 persen. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun tahun 2025 mungkin menjadi tahun yang menantang lagi bagi kedua negara, kemajuan yang stabil diharapkan dalam jangka panjang.

Proyeksi Pasar Gaming Jepang & Korea
Basis Pemain dan Pola Pengeluaran
Basis pemain Asia Timur diperkirakan akan sedikit meningkat meskipun pendapatan menurun. Pada tahun 2025, jumlah pemain di Jepang dan Korea Selatan diperkirakan akan meningkat sebesar 1,3 persen menjadi 98,4 juta. Pada tahun 2029, total basis pemain diproyeksikan mencapai 101,7 juta, didukung oleh tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 0,9 persen.
Pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) berbeda secara signifikan antara kedua pasar. Pemain Jepang diperkirakan akan menghasilkan ARPU sebesar 21,82 dolar, sementara pemain Korea Selatan akan menyumbang ARPU yang lebih tinggi sebesar 30,77 dolar. Korea Selatan memiliki ARPU tertinggi di antara semua pasar gaming Asia yang termasuk dalam penelitian Niko Partners, yang mencerminkan kecenderungan pengeluaran yang lebih kuat dibandingkan dengan Jepang.

Proyeksi Pasar Gaming Jepang & Korea
Preferensi Konsumen dan Pengaruh Budaya
Temuan survei dari lebih dari seribu pemain di Jepang dan Korea Selatan memberikan wawasan tentang preferensi regional dan motivasi pembelian. Di Jepang, 67,8 persen responden menunjukkan preferensi untuk game bergaya anime, menyoroti relevansi budaya yang berkelanjutan dari genre ini. Motivasi utama untuk melakukan pembelian adalah untuk meningkatkan kesenangan, yang disebutkan oleh 51 persen pemain, dan untuk mempercepat kemajuan dalam game, yang disebutkan oleh 30 persen.
Selain itu, 46,6 persen pemain Jepang melaporkan menonton streaming game dan konten terkait. Di Korea Selatan, tanggapan mencerminkan fokus pada akurasi budaya dan standar lokalisasi yang tinggi. Pemain hardcore menyatakan ketidakpuasan dengan game yang menyertakan referensi budaya yang tidak akurat, terjemahan yang buruk, atau desain karakter stereotip. Esports terus memainkan peran penting di pasar Korea Selatan, dengan 24,4 persen pria menonton turnamen.
Partisipasi wanita lebih rendah, dengan hanya 11,4 persen wanita mengikuti acara esports. Selain itu, 37,8 persen pemain Korea Selatan mengonsumsi streaming dan konten terkait game. Di kedua negara, pemain cenderung kurang melakukan pembelian melalui toko web dibandingkan rekan-rekan regional mereka, menunjukkan bahwa metode pembelian dalam game terus mendominasi perilaku pengeluaran.

Proyeksi Pasar Gaming Jepang & Korea
Pengembangan dan Alat Pemasaran
Studi ini juga menyoroti perkembangan terbaru dalam alat pemasaran di industri gaming. MY.GAMES telah memperkenalkan AdsAdvisor, sebuah platform yang sebelumnya digunakan secara internal selama beberapa tahun dan kini tersedia untuk umum. AdsAdvisor berfungsi sebagai solusi terintegrasi untuk operasi pemasaran, termasuk manajemen kreatif, pemodelan prediktif, dan analisis kinerja bisnis. Alat ini dirancang untuk menyederhanakan pelaksanaan kampanye dan mendukung penerbit serta pengembang dalam mengoptimalkan strategi pemasaran mereka.

Proyeksi Pasar Gaming Jepang & Korea
Perspektif Jangka Panjang
Meskipun Jepang dan Korea Selatan diperkirakan akan mengalami penurunan lagi pada tahun 2025, prospek yang lebih luas menunjukkan stabilisasi dan pertumbuhan bertahap. Peningkatan jumlah pemain, tingkat pengeluaran yang lebih tinggi di Korea Selatan, dan popularitas game bergaya anime di Jepang diantisipasi akan mendorong pemulihan pasar. Pada tahun 2029, pasar gabungan Asia Timur diproyeksikan akan kembali tumbuh, menegaskan kembali pentingnya jangka panjang mereka dalam industri game global.



