Mulai 29 Oktober 2025, pengguna Android di Amerika Serikat mendapatkan kemampuan untuk mengunduh aplikasi dan menyelesaikan pembayaran di luar Google Play Store. Perubahan ini merupakan hasil dari putusan pengadilan dalam kasus Epic Games vs. Google, yang mewajibkan Google untuk mengizinkan pengembang menautkan ke toko aplikasi dan sistem pembayaran eksternal. Bagi pengembang dan pemain, ini merupakan pergeseran penting dalam cara aplikasi Android dapat mendistribusikan konten dan menangani transaksi.
Google Memperbarui Kebijakan Play Store
Dengan kebijakan baru, pengguna Android yang berbasis di AS kini memiliki lebih banyak kebebasan dalam cara mereka mengakses dan membayar aplikasi. Pengembang dapat menyertakan tautan ke unduhan aplikasi eksternal, mempromosikan harga alternatif, dan menawarkan opsi pembayaran di luar sistem penagihan dalam aplikasi Google Play. Ini berarti pengguna sekarang dapat membayar melalui saluran seperti PayPal, kartu kredit, atau sistem pembayaran pengembang sendiri. Sebelumnya, Google membatasi aplikasi untuk mengarahkan pengguna ke metode pembayaran alternatif, menjaga semua transaksi tetap di dalam Play Store.
Perubahan ini saat ini terbatas pada Amerika Serikat dan akan tetap berlaku hingga 1 November 2027, berdasarkan perintah pengadilan. Google menyatakan bahwa mereka akan terus menegakkan standar keamanan dan kepercayaan melalui prinsip SAFE sambil memperbarui kebijakan dan model bisnis atas konsultasi dengan pengembang.
Interaksi Lebih Langsung dengan Pengguna
Bagi pengembang, kebijakan yang diperbarui memungkinkan interaksi yang lebih langsung dengan pengguna dan potensi peningkatan pendapatan. Studio dapat membuat toko web eksternal untuk menjual konten digital, langganan, atau item dalam game, dengan persentase transaksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya Play Store tradisional. Perusahaan seperti Xsolla, yang menyediakan solusi pembayaran untuk game, melaporkan bahwa pengembang sekarang dapat menyematkan opsi checkout eksternal ke dalam game Android.
Fitur-fitur ini memungkinkan pengembang untuk menyertakan spanduk, tautan, atau tombol "Beli" yang mengarahkan pemain ke halaman checkout browser yang aman, di mana mereka dapat menyelesaikan pembelian sebelum kembali ke aplikasi. Studio didorong untuk menawarkan insentif tambahan, seperti item eksklusif atau mata uang dalam game bonus, untuk mendorong pengguna menggunakan sistem pembayaran eksternal ini.
Situs Web Eksternal untuk Pembelian
Perubahan Google mengikuti pembaruan kebijakan serupa yang dibuat oleh Apple pada awal tahun 2025. Dalam kasus tersebut, pengembang iOS di AS diizinkan untuk menautkan pengguna ke situs web eksternal untuk pembelian. Laporan menunjukkan bahwa pengembang yang menerapkan checkout berbasis web melihat pertumbuhan pendapatan rata-rata lebih dari 100%, bahkan tautan sederhana pun menghasilkan peningkatan yang signifikan. Hasil ini menyoroti potensi manfaat dari menawarkan opsi pembayaran langsung dan mengurangi ketergantungan pada biaya platform.
Menerapkan "Tombol Beli" adalah proses yang mudah. Pengembang menyinkronkan item dalam game dengan toko web mereka, memverifikasi identitas pemain melalui tautan langsung (deep links), dan mengarahkan pengguna ke halaman checkout yang aman. Setelah pembayaran selesai, pemain dikembalikan ke aplikasi. Insentif tambahan seperti mata uang ekstra atau item dalam game eksklusif dapat mendorong pengguna untuk mengadopsi sistem ini.
Mulai Juli 2026, pengembang akan diizinkan untuk meluncurkan toko aplikasi bermerek mereka sendiri. Ini akan memberi studio jalur lain untuk mendistribusikan aplikasi tanpa hanya mengandalkan Google Play. Pendekatan ini dapat membentuk kembali mobile gaming bagi pengembang yang lebih besar, memungkinkan mereka untuk melewati biaya platform sepenuhnya dan menawarkan game mereka langsung kepada pemain.
Batasan dan Pertimbangan Masa Depan
Perubahan ini saat ini hanya berlaku untuk AS. Google belum mengumumkan kebijakan serupa untuk wilayah lain, meskipun pembaruan dapat datang di masa depan. Apple telah menghadapi tekanan internasional untuk mengadopsi opsi pembayaran eksternal, termasuk regulasi di Uni Eropa, Korea Selatan, dan Belanda. Pergeseran Google mewakili langkah besar pertamanya menuju sistem distribusi aplikasi yang lebih terbuka, setidaknya di dalam batas AS.
Perintah pengadilan akan tetap berlaku hingga November 2027, dan Google berencana untuk terus menyempurnakan kebijakannya agar selaras dengan keamanan dan kepercayaan platform. Untuk saat ini, pengguna Android di AS memiliki lebih banyak pilihan untuk mengakses aplikasi dan melakukan pembayaran, sementara pengembang dapat bereksperimen dengan penjualan langsung, sistem pembayaran eksternal, dan strategi penetapan harga baru.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Bisakah pengguna Android di luar AS mengakses pembayaran eksternal?
Saat ini, kebijakan Google Play Store baru yang mengizinkan pembayaran eksternal hanya berlaku untuk pengguna di Amerika Serikat. Pengguna internasional masih harus menggunakan sistem penagihan dalam aplikasi standar.
Jenis opsi pembayaran apa yang dapat ditawarkan pengembang?
Pengembang sekarang dapat menyediakan opsi pembayaran eksternal seperti PayPal, kartu kredit, dan sistem pembayaran mereka sendiri, melewati penagihan dalam aplikasi Google Play.
Bagaimana cara kerja "Tombol Beli" eksternal?
Tombol Beli mengarahkan pengguna ke halaman checkout berbasis web yang aman di mana mereka dapat menyelesaikan pembelian. Setelah transaksi, pengguna kembali ke aplikasi untuk melanjutkan pengalaman mereka.
Apakah pengembang masih perlu mengikuti aturan keamanan Google?
Ya. Google mempertahankan prinsip SAFE-nya dan akan terus menegakkan pedoman yang melindungi kepercayaan dan keamanan pengguna, bahkan dengan opsi pembayaran eksternal yang baru.
Kapan toko aplikasi bermerek akan diizinkan?
Pengembang akan diizinkan untuk meluncurkan toko aplikasi bermerek mereka sendiri mulai Juli 2026, menyediakan opsi lain untuk mendistribusikan aplikasi di luar Google Play.



