Asia & MENA Game Market To Hit $88 Billion

Pasar Game Asia & MENA Capai $88 Miliar

Pasar game Asia & MENA diprediksi mencapai $88,97 miliar pada 2025, didorong pertumbuhan mobile, PC, dan konsol. India memimpin pertumbuhan ARPU dan jumlah gamer.

Eliza Crichton-Stuart

Eliza Crichton-Stuart

Diperbarui Jan 13, 2026

Asia & MENA Game Market To Hit $88 Billion

Niko Partners telah merilis pembaruan paruh tahunan untuk Model Pasar Video Game Asia & MENA, yang menunjukkan pertumbuhan lebih kuat dari perkiraan di seluruh kawasan. Berdasarkan data dari paruh kedua tahun 2025 dan wawasan dari Laporan Perilaku Pemain Asia & MENA 2025, pasar diproyeksikan mencapai $88,97 miliar tahun ini, menandai peningkatan 2,7% dibandingkan tahun 2024. Jumlah pemain game di Asia dan MENA juga diperkirakan akan tumbuh 2,7% menjadi 1,70 miliar.

Angka yang diperbarui mencerminkan perbaikan perilaku konsumen, kondisi regulasi yang menguntungkan di beberapa pasar, dan kinerja yang solid di seluruh platform mobile, PC, dan konsol. Analis menyarankan bahwa kawasan ini dapat mewakili peluang senilai $100 miliar pada tahun 2029 jika tren saat ini terus berlanjut.

Game Mobile dan PC Mendorong Momentum

Pertumbuhan game mobile dan PC tetap menjadi faktor utama di balik kinerja kawasan ini. Kekayaan intelektual yang abadi dan judul-judul lintas platform baru yang menawarkan pengalaman AAA berkontribusi pada keterlibatan pemain yang lebih kuat. Peningkatan jumlah pemain berbayar di Asia dan MENA mendukung pertumbuhan pendapatan, sementara aksesibilitas yang lebih luas dan keterlibatan audiens yang kurang terlayani, termasuk pemain wanita dan penggemar genre niche, telah memperluas pasar secara keseluruhan.

India dan Pasar Berkembang Menunjukkan Pertumbuhan Pesat

India, bersama dengan MENA dan Asia Tenggara, diproyeksikan menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan tercepat baik dari segi pendapatan maupun jumlah pemain hingga tahun 2029. India diperkirakan akan mencapai 500 juta pemain pada tahun 2025, naik menjadi 700 juta pada tahun 2029. Pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) juga diperkirakan akan meningkat, dengan pengeluaran pemain diprediksi melebihi $1,5 miliar pada tahun 2028.

Pengenalan PROG Act di India, yang melarang game uang riil sambil meningkatkan dukungan pemerintah untuk game video dan esports, dipandang sebagai perkembangan regulasi yang positif bagi pasar domestik. Asia Tenggara menghadirkan gambaran yang beragam, dengan Malaysia, Filipina, dan Vietnam menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat, sementara tantangan ekonomi dan regulasi telah menyebabkan revisi ke bawah dalam perkiraan untuk Thailand dan Indonesia.

Pasar Matang Mempertahankan Pendapatan Kuat

Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan tetap menjadi pasar terbesar di Asia & MENA, diproyeksikan menyumbang $88,8 miliar dalam pengeluaran pemain pada tahun 2029. Segmen mobile Korea Selatan menunjukkan peningkatan kinerja pendapatan, sementara peluncuran Nintendo Switch 2 di Jepang telah memperkuat proyeksi pertumbuhan konsol. Di Tiongkok, keberhasilan berkelanjutan dari game baru dan lama telah menyebabkan revisi ke atas dalam perkiraan jangka panjang di semua platform.

Gaming Konsol Mendapatkan Traksi

Meskipun konsol saat ini hanya menyumbang 6,3% dari pendapatan di kawasan ini, segmen ini diperkirakan akan menjadi yang tumbuh paling cepat hingga tahun 2029. Peluncuran Nintendo Switch 2, peningkatan investasi dalam game free-to-play, layanan berlangganan, dan rilis Grand Theft Auto VI diharapkan mendorong adopsi lebih lanjut. Meningkatnya permintaan untuk pengalaman AAA dan premium juga berkontribusi pada basis pemain yang berkembang untuk judul-judul konsol, menguntungkan pemegang platform utama seperti Sony dan Microsoft.

Sumber: Niko Partners

Berapa perkiraan ukuran pasar video game Asia & MENA pada tahun 2025?
Pasar diperkirakan akan mencapai $88,97 miliar pada tahun 2025, mewakili peningkatan 2,7% dari tahun 2024.

Wilayah mana yang mendorong pertumbuhan tercepat?
India, MENA, dan Asia Tenggara diproyeksikan tumbuh paling cepat dalam hal pendapatan dan jumlah pemain hingga tahun 2029.

Berapa banyak pemain game yang diharapkan di Asia & MENA pada tahun 2025?
Kawasan ini diperkirakan akan memiliki 1,70 miliar pemain game pada tahun 2025, peningkatan 2,7% dibandingkan tahun lalu.

Platform mana yang paling berkontribusi terhadap pertumbuhan?
Game mobile dan PC memimpin pasar, sementara gaming konsol, yang didukung oleh Nintendo Switch 2 dan judul generasi berikutnya, adalah segmen yang tumbuh paling cepat.

Bagaimana pasar game India berubah?
India diproyeksikan mencapai 500 juta pemain pada tahun 2025, dengan pertumbuhan ARPU diperkirakan akan melampaui $1,5 miliar pada tahun 2028. Dukungan regulasi dari PROG Act juga mendorong pengembangan game video dan esports domestik.

Apa itu NikoIQ?
NikoIQ adalah basis pengetahuan online Niko Partners yang menyediakan model pasar, perkiraan, wawasan pemain, dan analisis berkelanjutan untuk pasar Asia & MENA.

Edukasi, Laporan

diperbarui

Januari 13. 2026

diposting

Januari 13. 2026