Dalam sebuah langkah yang ditetapkan untuk meningkatkan lanskap seni digital, Story Protocol dan Magma telah bergabung untuk mengubah cara seniman memonetisasi dan melindungi kreasi mereka. Melalui integrasi kekayaan intelektual (IP) yang dapat diprogram, kemitraan ini berupaya memberdayakan jutaan seniman secara global, menandai langkah signifikan menuju ekosistem kreatif yang lebih mudah diakses dan transparan.

2,5 Juta Pengguna
Story Protocol, yang berbasis di San Francisco, memimpin inisiatif untuk membebaskan kekayaan intelektual dari apa yang digambarkan oleh salah satu pendiri SY (Seung Yoon) Lee sebagai "zaman pertengahan." Lee, mantan global strategy officer di Kakao Entertainment, memanfaatkan pengalamannya yang luas dalam industri hiburan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh para kreator di era digital.
Kolaborasi dengan Magma, platform seni berbasis browser terkemuka yang dipercaya oleh lebih dari 2,5 juta pengguna di seluruh dunia, menandakan aliansi strategis yang bertujuan untuk mendemokratisasi kreativitas dan mendorong kolaborasi antar seniman. Dengan alat kreasi dan manajemen kolaboratif canggih Magma yang terintegrasi secara mulus dengan lapisan IP yang dapat diprogram dari Story Protocol, seniman akan mendapatkan kontrol yang belum pernah ada sebelumnya atas distribusi, atribusi, dan monetisasi karya mereka.
Mengarang, Mengubah, dan Memonetisasi
Konsep inti di balik visi Story Protocol adalah kemampuan program kekayaan intelektual, memungkinkan kreator untuk mengarang, mengubah, dan memonetisasi kreasi mereka melalui aturan on-chain yang ditetapkan oleh kreator itu sendiri. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, Story Protocol bertujuan untuk mengkatalisasi apa yang disebut Lee sebagai "on-chain Renaissance," mengantar era baru kreativitas terdesentralisasi.
Lee menekankan pentingnya mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh AI generatif dan konten yang dibuat pengguna, yang telah menyebabkan proliferasi karya kreatif dengan kompensasi yang tidak memadai bagi seniman asli. Melalui implementasi pelacakan asal-usul berbasis blockchain dan mekanisme pembagian pendapatan, Story Protocol bertujuan untuk memastikan kompensasi yang adil bagi kreator sambil mendorong inovasi di ruang seni digital.

Menjangkau Miliaran Kreator
Kemitraan dengan Magma akan berlangsung dalam dua fase, dengan versi alfa dijadwalkan untuk diluncurkan bersamaan dengan testnet Story Protocol dalam beberapa minggu mendatang, diikuti oleh versi beta setelah rilis mainnet dalam beberapa bulan berikutnya. Pendekatan berulang ini mencerminkan komitmen kedua perusahaan untuk menghadirkan platform yang kuat dan mudah digunakan yang memenuhi kebutuhan seniman dan kreator di seluruh dunia.
Inti dari misi Story Protocol adalah penciptaan jaringan bagi miliaran individu untuk memproduksi dan mengubah kekayaan intelektual, yang dilacak secara transparan on-chain dengan atribusi dan asal-usul. Dengan menjembatani kesenjangan antara kreator dan konsumen, Story Protocol bertujuan untuk menghilangkan hambatan masuk dalam industri kreatif, memberdayakan seniman untuk berkembang di era digital.
Signifikansi kolaborasi ini melampaui ranah seni digital, dengan implikasi untuk berbagai industri yang bergulat dengan tantangan kekayaan intelektual. Seperti yang dikatakan Lee, "Gelombang pertama crypto adalah uang yang dapat diprogram – gelombang crypto berikutnya akan ditentukan oleh IP yang dapat diprogram." Dengan menempatkan kreator di garis depan tata kelola IP, Story Protocol dan Magma siap untuk menetapkan standar baru untuk kolaborasi kreatif di era digital.
Pendanaan $54 Juta
Dengan dukungan dari investor terkemuka, termasuk a16z crypto, Endeavor, dan Hashed, Story Protocol telah mengamankan pendanaan sebesar $54 juta, menggarisbawahi kepercayaan industri terhadap potensi kekayaan intelektual yang dapat diprogram. Tim perusahaan yang terdiri dari pengusaha dan operator berpengalaman membawa banyak pengalaman dalam gaming konsumen, AI generatif, dan infrastruktur web3 untuk mendorong inovasi dalam industri seni.
Komitmen Magma untuk memberdayakan seniman selaras sempurna dengan visi Story Protocol, menjadikan kemitraan ini langkah strategis menuju pengamanan aset sebagai bagian dari proses kreatif. Dengan mengintegrasikan perlindungan IP ke dalam alur kerja kolaboratif Magma, perusahaan bertujuan untuk memungkinkan kreator menerbitkan, melindungi, dan memonetisasi karya mereka dengan mudah, menetapkan standar baru untuk kolaborasi kreatif di era digital.

Pikiran Akhir
Seiring dengan terus berkembangnya lanskap seni digital, Story Protocol dan Magma berada di garis depan inovasi, membuka jalan bagi ekonomi kreatif yang lebih adil dan transparan. Dengan keahlian gabungan dan visi bersama untuk masa depan kekayaan intelektual, kemitraan ini menjanjikan untuk membuka kemungkinan baru bagi seniman di seluruh dunia.
Sebagai kesimpulan, kolaborasi antara Story Protocol dan Magma merupakan tonggak penting dalam evolusi industri seni digital yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan kekuatan teknologi blockchain dan platform kolaboratif, kemitraan ini bertujuan untuk memberdayakan seniman untuk mewujudkan potensi penuh mereka sambil memastikan kompensasi dan perlindungan yang adil untuk kreasi mereka. Saat dunia merangkul era kekayaan intelektual yang dapat diprogram, Story Protocol dan Magma siap untuk memimpin upaya menuju ekosistem kreatif yang lebih inklusif dan berkelanjutan.





