Pada tahun 2024, Artificial Intelligence (AI) semakin tertanam dalam industri game, dengan studio kecil dan besar yang sama-sama mengeksplorasi potensinya. Sebuah survei yang dilakukan oleh a16z Games menjelaskan bagaimana AI diintegrasikan ke dalam proses pengembangan game, terutama di antara studio-studio kecil. Survei tersebut, yang melibatkan 651 karyawan dari berbagai perusahaan industri game, menawarkan wawasan kunci tentang keadaan adopsi AI saat ini, tantangan yang dihadapi, dan prospek masa depan.

Survei AI x Game Dev
Adopsi AI di Seluruh Studio Game
Survei tersebut mengungkapkan bahwa 73% studio game sudah menggunakan AI dalam proses mereka, dengan 88% berencana untuk mengadopsi teknologi tersebut di masa depan. Tren menunjukkan bahwa studio-studio kecil, khususnya, merangkul AI, dengan 84% responden bekerja dalam tim yang terdiri dari kurang dari 20 orang. Khususnya, para pendiri perusahaan adalah yang paling positif tentang AI, dengan 85% melaporkan penggunaannya, sementara para seniman lebih berhati-hati, dengan hanya 58% yang mengadopsi teknologi tersebut.

Temuan Utama dari Laporan a16z Games
Dampak pada Produktivitas dan Biaya
Mayoritas studio yang telah mengintegrasikan AI melaporkan hasil yang positif. Sebagian besar menunjukkan bahwa adopsi AI telah menyebabkan peningkatan produktivitas dan pengurangan biaya. Namun, hasilnya tidak universal. Sekitar 16% responden tidak mengalami peningkatan produktivitas, sementara 35% tidak melihat pengurangan biaya, menyoroti variabilitas hasil.

Produktivitas dan Biaya
Kekhawatiran Seniman dan Ketakutan akan Pemindahan Pekerjaan
Meskipun minat yang luas terhadap AI, kekhawatiran tentang dampaknya terhadap pekerjaan sangat umum, terutama di kalangan seniman. 36% seniman percaya AI menimbulkan ancaman bagi pekerjaan mereka, sementara 24% desainer game dan programmer memiliki kekhawatiran serupa. Di sisi lain, para pendiri perusahaan menyatakan ketakutan paling sedikit akan AI menggantikan pekerjaan mereka, dengan hanya 15% yang menyebutkan ini sebagai kekhawatiran. Secara keseluruhan, 67% peserta survei menyatakan minat pada AI, meskipun ada perbedaan yang mencolok dalam bagaimana peran yang berbeda memandang potensi dampak teknologi tersebut.

Minat dan Umpan Balik tentang Dampak AI
Tantangan dalam Integrasi AI
Beberapa tantangan tetap ada bagi studio game yang mengintegrasikan AI ke dalam proses mereka. Masalah paling signifikan adalah kualitas dan akurasi model AI, yang 53% responden sebutkan sebagai masalah utama. Risiko hukum, kesulitan integrasi, dan ketidaknyamanan tim juga menjadi hambatan, meskipun lebih jarang disebutkan. Kebutuhan akan model AI yang konsisten dan andal sangat penting karena banyak studio mengeksplorasi aplikasi AI real-time, seperti NPC yang dikendalikan AI, dengan 53% responden menyelidiki potensi ini.

Hambatan Terbesar Menuju Penggunaan
Pergeseran Menuju Model AI Kustom
Tren penting lainnya yang muncul dari survei adalah pergeseran menuju model AI kustom. 54% studio berencana untuk mengembangkan model AI mereka sendiri, yang akan membantu mengurangi risiko hukum dan memastikan konsistensi konten yang dihasilkan. Pergeseran ini sejalan dengan dorongan yang lebih luas untuk kontrol dan fleksibilitas yang lebih besar dalam aplikasi AI.
Aplikasi AI Tahap Awal
Saat ini, penggunaan AI dalam game masih sebagian besar dalam tahap awal, dengan sebagian besar aplikasi terjadi pada fase pra-produksi dan prototipe. AI secara aktif digunakan untuk membuat konten naratif, musik, pengisi suara, dan materi iklan. Salah satu area pertumbuhan paling signifikan adalah dalam pembuatan aset 3D, dengan 70% responden menggunakan atau berencana menggunakan AI untuk tujuan ini—naik dari 48% tahun lalu. Permintaan yang meningkat untuk aset yang dihasilkan AI ini mencerminkan ketergantungan yang meningkat pada AI untuk menyederhanakan proses pengembangan game.

Persentase Studio yang Menggunakan AI
Alat AI Populer di Kalangan Pengembang Game
Beberapa alat dan perusahaan AI telah mendapatkan popularitas di komunitas game. Di antara alat-alat teratas yang digunakan atau direncanakan untuk digunakan oleh pengembang game adalah Claude, Flux, ChatGPT, Cursor, Eleven Labs, GitHub Co-pilot, Meshy, Midjourney, Stable Diffusion, dan Suno. Alat-alat ini mencakup berbagai aplikasi, mulai dari pembuatan aset hingga pengembangan naratif, menyoroti keragaman peran AI dalam game.
Pemikiran Akhir
Seiring AI terus berkembang dan semakin terintegrasi ke dalam pengembangan game, potensinya untuk mendorong produktivitas dan mengurangi biaya tetap jelas. Namun, tantangan terkait akurasi model, risiko hukum, dan kekhawatiran pemindahan pekerjaan harus diatasi. Tren menuju model AI kustom dan aplikasi real-time, seperti NPC yang dikendalikan AI, menandakan komitmen yang berkembang untuk menyempurnakan teknologi AI. Seiring industri game bergerak maju, adopsi AI kemungkinan akan terus membentuk kembali lanskap, dengan studio-studio kecil memainkan peran penting dalam ekspansinya.
Sumber: gamedevreports




