Dalam ranah web3 gaming yang terus berkembang, para pengembang menghadapi serangkaian tantangan yang secara signifikan lebih kompleks daripada yang ditemukan dalam pengembangan game tradisional. Menurut Sinjin, pendiri MAYG, penciptaan game web3 merupakan salah satu bentuk pengembangan yang paling menuntut. Ia mencatat bahwa membangun di lingkungan ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang fundamental gaming dan sistem terdesentralisasi, di mana ketiadaan alat dan proses yang mapan secara signifikan meningkatkan kesulitan. Hal ini, menurutnya, sering kali diremehkan oleh para pendiri maupun investor.
Apa Kriteria Sukses di Web3?
Banyak kegagalan yang terlihat di sektor gamingweb3, bahkan di antara tim yang didanai dengan baik, dapat ditelusuri kembali ke kesalahpahaman tentang medan yang dihadapi. Sinjin menekankan bahwa pengembangan game web3 seharusnya tidak dipandang sebagai peningkatan kecil dari model gaming tradisional, melainkan sebagai paradigma yang sepenuhnya baru yang membutuhkan pendekatan orisinal, visi jangka panjang, dan keahlian khusus.

Tantangan dan Kriteria Sukses di Web3
Mengevaluasi Tim Gaming Web3
Faktor terpenting dalam mengevaluasi potensi keberhasilan proyek gamingweb3 adalah tim di baliknya. Sinjin menguraikan bahwa tim tidak hanya harus memiliki pengalaman dalam pengembangan game, tetapi juga harus memiliki rekam jejak bekerja sama, menghasilkan produk jadi, dan beradaptasi selama transisi besar industri.
Ini termasuk keterlibatan sebelumnya dalam pergeseran seperti transisi dari konsol ke mobile, dan dari pembelian langsung ke model bisnis free-to-play. Sama pentingnya adalah pengalaman dalam membangun dan memelihara ekonomi dalam game, terutama dalam sistem yang melibatkan risiko, perdagangan, dan interaksi multipemain skala besar. Selain itu, tim harus menunjukkan keakraban dengan saluran distribusi dan pemasaran yang sedang berkembang dan harus memiliki rekam jejak dalam membangun kekayaan intelektual baru dalam gaming.
Memiliki pengalaman startup di industri mana pun juga berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang cara beroperasi dengan sumber daya terbatas dan ketidakpastian tinggi. Menurut Sinjin, tim juga harus memiliki visi jangka panjang yang melampaui standar dan tren saat ini dalam gaming secara signifikan untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar memajukan medium tersebut.

Tantangan dan Kriteria Sukses di Web3
Pengalaman yang Tidak Selaras dan Ekspektasi yang Tidak Realistis
Masalah yang berulang dalam gamingweb3, Sinjin menunjukkan, adalah ketergantungan pada tim dengan sejarah sukses dari siklus gaming sebelumnya. Meskipun latar belakang seperti itu mungkin tampak menjanjikan di atas kertas, mereka sering kali terbukti tidak efektif dalam konteks web3. Keberhasilan dalam generasi gaming sebelumnya biasanya melibatkan optimalisasi sistem yang ada dan peningkatan skala strategi yang terbukti. Sebaliknya, keberhasilan di web3 bergantung pada penciptaan sistem baru sepenuhnya, yang membutuhkan seperangkat keterampilan yang berbeda.
Kehadiran eksekutif tanpa pengalaman langsung dalam membangun dari nol hingga satu adalah kekhawatiran lain. Tim yang sebagian besar terdiri dari manajer tingkat tinggi, daripada pembangun dan kreator, sering kali kesulitan mendapatkan daya tarik sebelum kehabisan waktu dan sumber daya. Dalam banyak kasus, tim gagal bukan karena kurangnya pendanaan atau minat, tetapi karena keterampilan mereka tidak sesuai dengan tantangan yang secara fundamental berbeda yang ditimbulkan oleh pengembangan web3.

Tantangan dan Kriteria Sukses di Web3
Batas Tokenomics dan Pembangunan Komunitas
Sinjin mengakui bahwa memiliki individu yang asli web3 dalam tim bisa sangat membantu, terutama dalam hal penggalangan dana dan menarik perhatian. Namun, ia juga berpendapat bahwa itu tidak cukup. Saat ini tidak ada panduan yang mapan untuk menciptakan game web3 yang berkelanjutan. Memahami tokenomics tidak sama dengan merancang ekonomi dalam game yang berfungsi, dan hanya berfokus pada pertumbuhan komunitas atau mengurangi hambatan pengguna tidak mengarah pada kesuksesan besar.
Menurut pandangannya, tujuannya seharusnya bukan untuk menciptakan game yang paling mulus atau paling mudah diakses, tetapi game yang cukup menarik bagi pemain untuk secara aktif mencarinya dan tetap terlibat. Mencapai tingkat minat ini adalah tugas yang sulit dan menuntut, dan apa pun yang kurang berisiko diabaikan atau dilupakan di pasar yang ramai.

Tantangan dan Kriteria Sukses di Web3
Mendefinisikan Ulang Cara Mengukur Kesuksesan
Observasi Sinjin menyoroti isu yang lebih luas dalam cara ruang gamingweb3 mengukur kemajuan dan kesuksesan. Sebagian besar percakapan saat ini berpusat pada metrik seperti acara pembuatan token, integrasi dompet, dan akuisisi pengguna melalui antarmuka pengguna yang disederhanakan. Meskipun faktor-faktor ini memiliki nilai, mereka tidak mengatasi tantangan mendasar dalam merancang game yang memberikan keterlibatan yang bermakna dan jangka panjang.
Ia menyarankan agar industri perlu lebih fokus pada desain ekonomi, visi jangka panjang, dan penciptaan paradigma gameplay baru daripada optimalisasi jangka pendek. Tanpa pergeseran pola pikir ini, banyak proyek akan terus gagal mencapai potensi mereka, terlepas dari pendanaan atau hype.
Pikiran Akhir
Komentar Sinjin menawarkan perspektif yang membumi dan terperinci tentang keadaan gamingweb3. Ia berpendapat bahwa ruang ini membutuhkan lebih dari sekadar antusiasme dan modal—ia menuntut tim dengan pengalaman yang relevan, rekam jejak kolaboratif yang kuat, dan kemampuan untuk membangun sistem baru sepenuhnya dari awal. Seiring industri terus berkembang, kesuksesan kemungkinan akan bergantung pada seberapa baik tim dapat menavigasi tantangan ini dan apakah mereka diperlengkapi untuk mendekati pengembangan game web3 bukan sebagai perpanjangan dari apa yang telah ada sebelumnya, tetapi sebagai perbatasan yang sepenuhnya baru dalam gaming.



