Krafton, penerbit game asal Korea Selatan yang dikenal dengan game seperti PUBG: Battlegrounds dan Defense Derby, telah mengumumkan proyek terobosan bekerja sama dengan Naver Z, yang sebelumnya dikenal sebagai Project Migaloo, kini berganti nama menjadi Overdare.

Overdare menandai lompatan signifikan dalam ranah mobile web3 gaming. Proyek ini memanfaatkan Unreal Engine 5 dan mengintegrasikan teknologi AI generatif, memberdayakan pengguna untuk membuat game web3 yang mencakup berbagai genre, termasuk RPG aksi, olahraga, dan shooter. Selain gameplay, platform ini mendorong rasa kebersamaan, menawarkan kustomisasi avatar dan fungsionalitas obrolan dalam aplikasi.

Fitur unggulan Overdare adalah sistem Create-to-Earn (C2E). Pengguna dapat membeli dan memiliki aset digital yang dibuat oleh orang lain di dalam metaverse, semua difasilitasi oleh NFT dan teknologi blockchain. Settlus telah dipilih sebagai mainnet blockchain untuk lisensi NFT, dan kreator dapat memperoleh pendapatan melalui stablecoin USDC.

Usaha patungan ini melibatkan investasi substansial sebesar 48 miliar Won Korea (KRW), dengan Krafton menyumbang 40,8 miliar KRW dan Naver Z menyediakan 7,2 miliar KRW. Pasca akuisisi, Krafton akan memegang saham mayoritas sebesar 85%, sementara Naver Z akan memiliki 15%.
Yang menarik, Overdare akan segera hadir dengan peluncuran lunak yang direncanakan pada bulan Desember, diikuti dengan perilisan global penuh pada paruh pertama tahun mendatang. Proyek ini menjanjikan untuk membentuk kembali mobile gaming dengan menawarkan perpaduan unik antara kreativitas, komunitas, dan teknologi mutakhir dalam satu metaverse.
Dalam dunia web3 gaming yang terus berkembang, Overdare menandai langkah maju yang luar biasa untuk web3, memperkenalkan pengalaman metaverse baru bagi para gamer seluler dan kreator konten.
