Di tengah gejolak pasar bear web3 di Barat, semua mata tertuju ke Asia, terutama Jepang dan Korea Selatan, untuk inovasi perintis dalam ekonomi game web3. Pergeseran fokus ini terlihat jelas di Korea Blockchain Week di Seoul, di mana antusiasme terhadap teknologi web3, terutama dalam gaming, terasa di antara para peserta, meskipun penting untuk dicatat bahwa ini adalah kelompok pilihan dari para penggemar industri.

Selama sesi fireside chat, CEO Yuga Labs Daniel Alegre menggarisbawahi kepemimpinan konsisten Korea Selatan di berbagai sektor gaming, seperti esports dan free-to-play. Dengan banyaknya proyek web3 yang sudah berjalan di negara di mana memainkannya belum legal, ada rasa antisipasi untuk tren serupa di web3.

Sekarang, mari kita selami pengumuman-pengumuman penting dari acara ini.
Roadmap Ambisius Wemade
Wemade, sponsor terkemuka acara yang dikenal dengan blockchain Wemix dan seri game Mir-nya, meluncurkan roadmap pertumbuhannya. Saat ini menampung 32 game dengan kualitas bervariasi di platform Wemix, Wemade memperkenalkan "unagi" (Unbound Networking & Accelerating Growth Initiative), solusi cross-chain yang dirancang untuk memfasilitasi manajemen dan transfer aset di berbagai blockchain. Dompet una, yang dijadwalkan rilis pada Q4, akan mendukung delapan chain, termasuk Ethereum dan Avalanche, meskipun Immutable dan Solana secara mencolok tidak ada.

Meskipun sistem ini tampaknya disesuaikan untuk blockchain Ethereum Virtual Machine (EVM), potensinya untuk menyederhanakan transfer aset dalam ekosistem Wemix terlihat jelas. Ini bisa menjadi langkah signifikan dalam menyederhanakan partisipasi dalam ekonomi web3 Mir M.

RPG Web3 Planetarium
Planetarium Labs, pencipta MMO Nine Chronicles, mengumumkan dua RPG web3 baru: Immortal Rising 2 dan Verse8. Immortal Rising 2, RPG idle kompetitif seluler, dijadwalkan untuk memasukkan elemen web3 seperti token, meskipun detailnya masih akan menyusul. Verse8, di sisi lain, memposisikan dirinya sebagai "protokol RPG roguelike terdesentralisasi sumber terbuka," yang bertujuan untuk memfasilitasi pembuatan RPG individu menggunakan toolset bersama, dengan fokus pada pengalaman multipemain, komunitas gaming, dan ekonomi virtual.

Keahlian Planetarium Labs dalam teknologi multipemain terdesentralisasi melalui Nine Chronicles menunjukkan potensi penerapan teknologi ini dalam proyek-proyek yang baru diumumkan, meskipun konfirmasi eksplisit masih ditunggu.

Ekonomi Terpadu Netmarble
Penerbit seluler Korea Selatan Netmarble membagikan berita penting melalui divisi blockchainMarblex. Stella Fantasy dari Ring Games akan menjadi game pertama yang mengimplementasikan token gMBXL baru dan kerangka kerja tokenomik. Keputusan ini juga menandai Stella Fantasy sebagai game kelima dan satu-satunya yang bukan Netmarble yang terintegrasi ke dalam ekosistem Marblex. Perjalanan Netmarble ke ruang web3 ditandai dengan kesuksesan dan kemunduran, dengan judul-judul terkenal seperti Ni no Kuni: Cross Worlds dan The King of Fighters ARENA.
Menyadari tantangan dalam mengelola tokenomik individual, Netmarble berupaya menyederhanakan pengalaman web3 dengan memperkenalkan satu mata uang, gMBXL, untuk semua game dalam ekosistemnya. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan utilitas token di berbagai game, meskipun membawa beberapa risiko terkait potensi peluang arbitrase.

Visi Demokratisasi Story Protocol
Story Protocol, yang menjadi tuan rumah fireside chat tentang infrastruktur IP, juga mengamankan putaran pendanaan $54 juta yang dipimpin oleh a16z. Misi mereka adalah mendemokratisasi penciptaan IP menggunakan teknologi blockchain, melampaui game tetapi dengan fokus pada industri gaming. Mereka berencana untuk memanfaatkan blockchain untuk atribusi transparan, pembayaran royalti otomatis, dan memfasilitasi kontribusi, remixing, dan monetisasi. Potensi integrasi proyek NFT dalam game dan peningkatan interoperabilitas juga menjadi perhatian mereka.

Pikiran Akhir tentang Gaming Web3 di Korea Selatan
Pengumuman-pengumuman ini secara kolektif menunjukkan keyakinan kuat pada gaming web3 di Korea Selatan. Hambatan bahasa dapat menghalangi audiens Barat untuk sepenuhnya menghargai game web3 berkualitas tinggi dalam pipeline Korea. Meskipun model tokenomik masih memerlukan penyempurnaan, ada niat yang jelas untuk belajar dari proyek-proyek masa lalu seperti Axie Infinity untuk menghindari kesalahan serupa.
Namun, larangan nasional Korea Selatan terhadap game yang menampilkan NFT atau mata uang kripto tetap menjadi hambatan. Janji pencabutan larangan ini belum terwujud, mengingat kompleksitas lobi dan kebijakan pemerintah di Korea Selatan.
Meskipun ada tantangan ini, pengembang Korea Selatan terus menciptakan game web3, seringkali dengan elemen yang disesuaikan untuk mematuhi peraturan. MapleStoryUniverse Nexon yang sangat dinanti, dengan sejarah 20 tahun dan basis penggemar yang berdedikasi, bisa menjadi pengubah permainan jika dieksekusi dengan baik.

Singkatnya, komitmen teguh Korea Selatan terhadap gaming web3, terlepas dari hambatan, memposisikannya sebagai kekuatan perintis dalam industri ini. Masa depan gaming web3 di Korea Selatan tidak diragukan lagi patut untuk diawasi dengan cermat.
