Japan Game Logos.jpg

Kebangkitan Game Jepang Melalui Web3

Jelajahi bagaimana Jepang, mantan kekuatan game, bangkit kembali dengan teknologi web3.

Eliza Crichton-Stuart

Eliza Crichton-Stuart

Diperbarui Jan 13, 2026

Japan Game Logos.jpg

Jepang, tanah air ikonik raksasa game seperti Nintendo dan Sega, sedang mengalami kebangkitan di industri game global, didorong oleh kemunculan teknologi web3.

Negara ini dikenal dengan ratusan judul klasik dan IP, mulai dari Super Mario hingga Sonic The Hedgehog, Street Fighter hingga Tetris. Selain itu, Jepang adalah pelopor dalam kegilaan video game, tempat lahirnya fenomena budaya seperti Pokémon dan Tamagotchi yang merupakan salah satu Properti Intelektual (IP) pertama yang melintasi batas antara ranah digital dan fisik. 

Japan Game Logos.jpg

Namun, industri game Jepang baru-baru ini memasuki periode penurunan yang dibayangi oleh pengembang yang berbasis di AS yang mendominasi pasar dengan judul-judul seperti Grand Theft Auto dan Fortnite. Menargetkan generasi konsol baru, seperti Xbox dan PlayStation, konsol Nintendo dan Sega menjadi peninggalan masa lalu. Terakhir, pertumbuhan pesat mobile gaming semakin menggoyahkan status Jepang sebagai "pengembang video game terkemuka dunia". 

Explore the key highlights from the NewZoo Global Games Market Report 2023.jpg

Meskipun demikian, Jepang kini berada di garis depan gerakan play-to-earn gaming, memanfaatkan blockchain dan cryptocurrency untuk mendefinisikan ulang lanskap game seperti yang kita lihat saat ini. Dalam artikel ini, kami mengupas tonggak-tonggak penting dalam langkah industri game Jepang ke web3.

Dukungan Pemerintah 

Pemerintah Jepang telah menunjukkan sikap progresif terhadap teknologi blockchain dan web3, dengan Perdana Menteri Fumio Kishida mengakui potensi transformatif aset digital. Konferensi WebX tahun lalu di Tokyo, yang dihadiri oleh lebih dari 10.000 pemangku kepentingan industri, menampilkan Perdana Menteri Kishida sebagai pembicara utama, menekankan peran blockchain dalam membentuk ekonomi digital baru. Masaki Taira, yang memimpin upaya pengembangan web3 Jepang, menyoroti gaming sebagai pendorong pertumbuhan penting bagi industri ini.

WebX Japan PM

Identitas Budaya

Identitas budaya khas Jepang, yang dikenal karena merangkul teknologi inovatif, adalah kekuatan pendorong di balik kesuksesannya di industri game web3. Sejarah game yang kaya di negara ini, termasuk judul-judul ikonik seperti Pokémon dan Tamagotchi, selaras dengan mulus dengan prinsip-prinsip game web3. Proyek seperti OASYX Series 2 mencontohkan perpaduan ini, mengharuskan pemain untuk memelihara dan membesarkan makhluk hidup berbasis NFT, menawarkan pengalaman bermain game yang nostalgia namun berteknologi maju.

Konsep "Poikatsu," yang berakar pada antusiasme Jepang terhadap program loyalitas dan hadiah, selaras dengan model play-to-earn. Aplikasi berbasis blockchain seperti StepN, yang mendorong aktivitas luar ruangan untuk mendapatkan imbalan cryptocurrency, menunjukkan sinergi budaya antara Jepang dan lanskap game web3 yang terus berkembang.

Oasys.png

Raksasa Video Game

Pengembang game besar Jepang, termasuk Sega (Battle of Three Kingdoms), Bandai Namco (RYUZO), Square Enix (Symbiogenesis), Konami (Project Zircon), dan Ubisoft (Champions Tactics), telah merangkul teknologi web3, mengerjakan proyek game blockchain dan membentuk kemitraan dengan perusahaan web3. Peluncuran Champions Tactics: Grimoire Chronicles oleh Ubisoft menandai masuknya perusahaan ke dalam ruang game web3. Lebih dari 20 pengembang game telah menjadi validator di blockchain yang berfokus pada game Oasys, berpartisipasi aktif dalam validasi transaksi, keamanan jaringan, dan tata kelola.

Web2 Entering Web3 Gaming

Kemitraan Beragam

Lembaga keuangan seperti SBI Group telah mengakui potensi game blockchain, dengan SBINFT Marketplace beralih untuk fokus pada game web3. Kolaborasi dengan blockchain Oasys telah memposisikan SBI NFT sebagai tempat terkemuka untuk memperdagangkan NFT game. Perusahaan media seperti DMM, GREE, MIXI, dan raksasa telekomunikasi NTT Docomo dan KDDI juga berinvestasi atau memvalidasi proyek game blockchain, menggarisbawahi dukungan industri yang luas untuk teknologi web3.

SBI.jpg

Kolaborasi Internasional

Industri game web3 Jepang menarik perhatian internasional, dengan perusahaan Korea Selatan seperti Com2uS berkolaborasi dengan Oasys untuk mengeksplorasi jalan baru untuk pertumbuhan. 

Blockchain yang berfokus pada game Oasys baru-baru ini mengkonfirmasi kemitraan dengan pengembang game terkemuka Korea Com2uS, konglomerat di balik judul video game seperti ‘Summoners War: Chronicles’ dan ‘The Walking Dead: All-Stars,’ dan anak perusahaan bisnis web3-nya XPLA. Aliansi ini menandai langkah signifikan dalam ekspansi pengembang ke pasar Jepang

Masuknya talenta pengembang dari negara-negara seperti China dan Korea Selatan berkontribusi pada ekosistem game web3 Jepang yang berkembang. Dukungan pemerintah, dikombinasikan dengan kolaborasi dari bisnis besar, memposisikan Jepang sebagai pusat inovasi game web3 yang berkembang pesat.

Oasys x Com2uS x XPLA

Pikiran Akhir

Berkat konvergensi warisan game Jepang, kedekatan budaya dengan inovasi, dan dukungan kuat dari pemerintah dan industri, negara ini membuat langkah signifikan dalam merebut kembali statusnya sebagai pemimpin dalam pengembangan video game. Kebangkitan game web3 di Jepang bukan hanya kebangkitan; ini adalah bukti kemampuan bangsa untuk beradaptasi, berinovasi, dan berkembang dalam lanskap game yang terus berkembang.

Siaran Pers

diperbarui

Januari 13. 2026

diposting

Januari 13. 2026

Berita Terkait

Lihat Semua