Perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, mengambil langkah ke industri game dengan merekrut seorang “Video Games Tutor” untuk membantu melatih chatbotnya, Grok. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan kemampuan Grok dalam merancang dan membangun game dari awal. Posisi ini menawarkan kisaran gaji antara $45 hingga $100 per jam, yang berada di atas rata-rata gaji pengembang game di AS, menandakan komitmen perusahaan untuk menarik talenta terampil untuk peran ini.
Menurut Musk, xAI berencana merilis game yang sepenuhnya dihasilkan oleh AI sebelum akhir tahun depan. Inisiatif ini merupakan upaya untuk menjadikan Grok sebagai alat yang cakap untuk pembuatan game, termasuk mekanika game, pengembangan cerita, dan keterlibatan pemain. Langkah ini datang seiring semakin banyaknya pengembang yang beralih ke AI untuk menyederhanakan pengembangan dan mengeksplorasi kemungkinan desain baru.

Elon Musk’s xAI To Make Games
Elon Musk’s xAI To Make Games
Peran tutor video game di xAI melibatkan kerja sama erat dengan para insinyur untuk melatih Grok dalam aspek-aspek inti desain game. Tutor diharapkan memberikan panduan tentang mekanika game, struktur naratif, desain level, dan pengalaman pemain secara keseluruhan. Posisi ini memerlukan pelabelan dan pengujian berbagai elemen game, memberikan umpan balik tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak, serta menyempurnakan output Grok untuk aplikasi praktis.
Kandidat diharapkan memiliki latar belakang yang kuat dalam desain game, ilmu komputer, atau media interaktif, bersama dengan pengalaman langsung dalam pengembangan game indie. Portofolio yang menunjukkan karya praktis dalam pembuatan game juga diperlukan. Keterampilan komunikasi yang efektif sangat penting, karena tutor harus menerjemahkan umpan balik kreatif menjadi perbaikan yang dapat ditindaklanjuti untuk Grok. Posisi ini terbuka untuk kandidat yang berbasis di AS atau pekerja jarak jauh, dengan jam kerja yang fleksibel setelah periode pelatihan awal.
Musk sebelumnya telah menyebutkan rencana untuk menghubungkan xAI dengan studio game, yang menunjukkan bahwa minat perusahaan pada game tidak terbatas pada eksperimen dengan Grok. Dia telah menggambarkan potensi dampak AI pada industri game sebagai signifikan, menyoroti peran AI yang berkembang dalam mengadaptasi perilaku game terhadap tindakan pemain. Survei terbaru menunjukkan bahwa mayoritas pengembang sudah menggunakan agen AI yang menyesuaikan diri dengan pemain secara real-time, menunjukkan seberapa cepat AI terintegrasi ke dalam alur kerja pengembangan game.
Worth Over $58 Billion by 2035
Pasar AI dalam pengembangan game diproyeksikan akan tumbuh secara signifikan, dengan Dimension Market Research memperkirakan kenaikan dari $3,2 miliar pada tahun 2025 menjadi hampir $58,8 miliar pada tahun 2035. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan investasi dalam alat AI untuk pembuatan game yang lebih cepat dan lebih efisien. xAI bertujuan untuk memposisikan Grok sebagai bagian dari perangkat yang terus berkembang ini, berpotensi menawarkan pengembang cara untuk mempercepat produksi konten dan menskalakan proyek game.
Grok telah menghadapi beberapa kontroversi profil tinggi di masa lalu, termasuk insiden yang melibatkan konten NSFW dan prompt yang bermasalah. Tantangan ini menimbulkan pertanyaan tentang kepercayaan dan keamanan saat menggunakan AI untuk proyek kreatif. Agar Grok diadopsi secara luas dalam pengembangan game, xAI perlu menunjukkan bahwa ia dapat menghasilkan konten yang menarik dan aman secara konsisten.
Final Thoughts
Meskipun rencana xAI tidak terhubung langsung dengan game blockchain atau web3, AI sudah membuat dampak di ruang ini. Game seperti AI Arena memungkinkan pemain untuk melatih agen AI dan mengujinya dalam pertempuran, sementara judul seperti Parallel Colony menggabungkan karakter AI dengan sistem ekonomi berbasis blockchain. Contoh-contoh ini menunjukkan bagaimana AI dapat mendefinisikan ulang peran gameplay, memberi pemain kemampuan untuk melatih, mengelola, dan menyusun strategi agen yang digerakkan oleh AI dalam lingkungan game tradisional dan web3.
Frequently Asked Questions (FAQs)
What is the xAI Video Game Tutor role? Posisi ini melibatkan pelatihan chatbot xAI, Grok, untuk merancang dan mengembangkan video game. Tanggung jawabnya meliputi penyempurnaan mekanika game, alur cerita, desain, dan pengalaman pemain secara keseluruhan sambil berkolaborasi dengan para insinyur.
How much does the role pay? Posisi ini menawarkan antara $45 hingga $100 per jam, di atas rata-rata AS untuk pengembang game.
What qualifications are required? Kandidat membutuhkan latar belakang dalam desain game, ilmu komputer, atau media interaktif, bersama dengan pengalaman dalam pengembangan game indie dan portofolio yang menunjukkan keterampilan pembuatan game. Keterampilan komunikasi dan analitis yang kuat juga diperlukan.
Will Grok be used for AAA or web3 games? Meskipun fokus xAI saat ini adalah pada game yang dihasilkan AI, teknologi ini memiliki potensi aplikasi dalam game web3 juga, di mana AI dapat melatih dan mengelola agen dalam game.
When does xAI plan to release its first AI-generated game? Elon Musk menyatakan bahwa perusahaan ini bertujuan untuk meluncurkan game yang dibuat dengan bantuan Grok sebelum akhir tahun depan.
What challenges does Grok face? Grok sebelumnya telah menghadapi masalah dalam menangani konten sensitif, menimbulkan kekhawatiran tentang kepercayaan dan keamanan konten. xAI perlu mengatasi tantangan ini untuk memastikan AI dapat digunakan secara andal dalam pengembangan game.



