Growing Political Strain Raises Game Industry Concerns

China Mungkin Batasi Persetujuan Game Jepang?

Ketegangan China-Jepang meningkat, menimbulkan kekhawatiran tentang persetujuan game di masa depan. Industri memantau perubahan kebijakan.

Eliza Crichton-Stuart

Eliza Crichton-Stuart

Diperbarui Jan 13, 2026

Growing Political Strain Raises Game Industry Concerns

Meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan Jepang memicu diskusi baru dalam sektor game seiring para penerbit menilai apakah ketegangan diplomatik yang sedang berlangsung dapat memengaruhi jalur persetujuan untuk judul-judul asing. Situasi ini meningkat setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengindikasikan bahwa Tokyo dapat mempertimbangkan intervensi militer jika Tiongkok bergerak menuju reunifikasi dengan Taiwan. Kementerian luar negeri Tiongkok keberatan dengan pernyataan tersebut dan menegaskan kembali posisinya bahwa negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Beijing tidak boleh secara resmi mengakui Taiwan.

Perselisihan ini telah meluas melampaui pernyataan politik. Tiongkok mengeluarkan peringatan perjalanan yang mengakibatkan pembatalan penerbangan ke Jepang, menangguhkan impor makanan laut Jepang, dan menghentikan persetujuan untuk film-film Jepang baru. Tindakan-tindakan ini menyoroti betapa cepatnya industri lintas batas dapat terseret ke dalam gesekan geopolitik.

Bagaimana Ketegangan Terhubung dengan Persetujuan Game

Meskipun Administrasi Pers dan Publikasi Nasional Tiongkok belum mengisyaratkan niat apa pun untuk membatasi game Jepang, eksposur industri ini signifikan. Jepang adalah sumber terbesar persetujuan game asing di Tiongkok, menyumbang sekitar 30 persen dari impor berlisensi selama dua tahun terakhir. Saat ini, tidak ada penundaan, pembekuan, atau boikot publik yang menargetkan judul-judul Jepang di Tiongkok.

Namun, preseden masa lalu menunjukkan bahwa sektor hiburan dapat terpengaruh dengan cepat ketika kondisi politik bergeser. Selama perselisihan THAAD antara Tiongkok dan Korea Selatan dari tahun 2017 hingga 2023, game Korea menghadapi pembekuan persetujuan selama bertahun-tahun. Analis industri mencatat bahwa langkah serupa terhadap judul-judul Jepang akan memiliki konsekuensi langsung bagi penerbit yang bergantung pada basis pemain besar Tiongkok.

Apa Artinya bagi Pengembang dan Penerbit

Penerbit memantau dengan cermat setiap perubahan dalam lingkungan peraturan Tiongkok. Banyak studio Jepang memiliki hubungan komersial yang mendalam di wilayah tersebut, mulai dari rilis game mobile dan konsol hingga kolaborasi yang melibatkan proyek web3. Setiap perlambatan atau pembekuan dalam persetujuan game asing akan mengganggu jadwal dan membatasi akses pasar di saat persaingan di ruang game Tiongkok semakin meningkat.

Untuk saat ini, Tiongkok mempertahankan proses persetujuannya yang biasa, dan game Jepang terus dilisensikan tanpa masalah publik. Namun, perusahaan-perusahaan bersiap menghadapi kemungkinan bahwa kebuntuan diplomatik yang berkepanjangan dapat memengaruhi keputusan di masa depan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) 

Bisakah Tiongkok membatasi persetujuan video game Jepang?
Tidak ada indikasi pembatasan baru saat ini, tetapi industri memantau situasi karena ketegangan politik.

Mengapa hubungan Tiongkok-Jepang memengaruhi sektor hiburan?
Perselisihan politik sering kali meluas ke bidang budaya dan ekonomi, seperti yang terlihat pada peringatan perjalanan, penangguhan impor, dan penghentian persetujuan film.

Apakah situasi serupa pernah terjadi sebelumnya dalam game?
Ya. Game Korea mengalami pembekuan persetujuan selama bertahun-tahun selama perselisihan THAAD 2017–2023.

Apakah ada game Jepang yang ditunda atau dilarang di Tiongkok saat ini?
Tidak. Semua informasi yang tersedia menunjukkan persetujuan terus berjalan normal.

Mengapa Jepang sangat penting bagi pasar game Tiongkok?
Jepang adalah sumber terbesar game impor di Tiongkok, menyumbang sekitar 30 persen dari persetujuan asing dalam beberapa tahun terakhir.

Edukasi, Laporan

diperbarui

Januari 13. 2026

diposting

Januari 13. 2026