Borderlands 4 terasa seperti koreksi arah, mengembalikan seri ini ke jalurnya setelah penerimaan Borderlands 3 yang terpecah belah. Hal pertama yang Anda perhatikan adalah betapa menyenangkannya bermain. Gunplay selalu menjadi inti dari seri ini, dan di sini gunplay berada pada puncaknya. Senjata lebih bervariasi dan imajinatif, dengan fokus yang lebih ketat untuk membuat setiap senjata terasa unik daripada membanjiri pemain dengan drop yang tak ada habisnya namun mudah dilupakan.
Mekanisme traversal baru—meluncur, bergelantungan, dan berlari di dinding—tidak hanya menambah mobilitas, tetapi juga memperluas fungsi arena pertempuran. Pertarungan lebih cepat, lebih vertikal, dan lebih fleksibel, memungkinkan pemain bereksperimen dengan pendekatan yang berbeda dengan cara yang belum pernah didukung oleh seri ini sebelumnya.
Gameplay
Para Vault Hunter juga mendapatkan keuntungan dari perubahan desain ini. Masing-masing dari keempatnya memiliki gaya yang jelas yang terasa langsung berbeda, tetapi yang membuat mereka menonjol adalah seberapa layak mereka tetap ada di sepanjang campaign. Baik Anda bermain solo atau bergabung dalam co-op, tidak ada "pilihan yang salah", dan skill tree cukup luas untuk mendorong eksperimen yang tulus. Build lebih mudah untuk di-respec dan disesuaikan dengan cepat, sehingga Anda terus-menerus menyesuaikan berdasarkan loot yang Anda temukan dan encounter yang Anda hadapi. Dikombinasikan dengan keseimbangan loot yang jauh lebih baik, ini menciptakan feedback loop di mana combat, discovery, dan progression saling terkait secara alami.
Kairos, setting baru, adalah salah satu kekuatan terbesar game ini sekaligus salah satu kelemahannya. Pergeseran ke dunia yang lebih seamless dan open world memberikan petualangan ini rasa cakupan yang lebih kuat, dan ketika berhasil, rasanya seperti taman bermain yang sesungguhnya. Eksplorasi sangat bermanfaat, dengan side quest yang tersembunyi di sudut-sudut, puzzle lingkungan, dan benteng musuh yang mendorong Anda untuk menyesuaikan loadout Anda. Namun, ukuran dunia yang sangat besar seringkali menjadi bumerang. Filler quest dan respawning mob memperpanjang waktu bermain tanpa banyak menambah pengalaman, dan setelah beberapa saat, loop "bersihkan area, kumpulkan loot, pindah ke berikutnya" mulai terasa berlebihan. Masalah pacing ini lebih terlihat di akhir campaign, ketika jenis musuh baru berhenti muncul dan encounter yang didaur ulang menggantikan kegembiraan discovery.

Namun, storytelling adalah di mana Borderlands 4 paling tersandung. Setelah villain Borderlands 3 yang berisik dan memecah belah, Gearbox mengambil jalur yang lebih aman dan lebih tenang. The Timekeeper dibangun sebagai kekuatan misterius yang memanipulasi peristiwa, dan meskipun kehadirannya menarik, ia tidak pernah menjadi jenis villain yang ingin Anda hadapi. Ia terasa lebih fungsional daripada berkesan.
Para pemeran pendukung juga kurang bersemangat. Peran Claptrap yang lebih kalem menghindari beberapa humor yang mengganggu di masa lalu, tetapi juga membuatnya terasa hambar. Wajah-wajah yang kembali terlalu tersebar tipis untuk menanggung beban naratif, dan para pejuang perlawanan baru seringkali jatuh ke dalam arketipe yang mudah dilupakan. Penulisannya masih dihiasi dengan lelucon dan momen absurd, tetapi kesulitan menyeimbangkan humor dengan momentum, membuat campaign terasa tidak merata.

Ulasan
Meskipun demikian, Borderlands 4 tidak dapat disangkal menyenangkan jika dinilai dari gameplay-nya dari waktu ke waktu. Beberapa shooter dapat menandingi kepuasan merobek gerombolan musuh dengan build yang disetel dengan sempurna dan menemukan loot yang mengubah cara Anda mendekati pertarungan berikutnya. Co-op tetap menjadi sorotan, dan Gearbox terus menyempurnakan cara kerja scaling sehingga pemain dengan level yang berbeda dapat bergabung tanpa merusak progression. Bahkan dengan cerita yang lebih lemah dan bloat sesekali, loop combat dan loot-chasing membawa game ini lebih jauh daripada yang disarankan oleh kekurangan naratifnya.
Borderlands 4 mungkin tidak menciptakan kembali franchise ini, tetapi ini merupakan tangan yang menstabilkan. Ini menghilangkan beberapa kelebihan yang membebani Borderlands 3, sambil meningkatkan sistem inti untuk mengingatkan pemain mengapa seri ini mengukir ceruknya sejak awal. Ini tidak sempurna, tetapi bagi mereka yang menghargai perpaduan gunplay yang kacau dan progression berbasis loot, ini memberikan cukup banyak untuk menjaga seri ini tetap relevan di ruang shooter yang semakin ramai.


